PBB Putuskan Israel Bersalah Atas Kekerasan di Gaza

1060
Palestina berlindung dari gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel di dekat perbatasan Jalur Gaza dengan Israel, selama protes timur Khan Younis, di Jalur Gaza, Jumat, 8 Juni 2018 (Foto: Adel Hana, AP)

BENANKMERAH.CO – Majelis Umum PBB menyetujui resolusi yang didukung Palestina pada Rabu (13/6) kemarin, memutuskan Israel bersalah atas kekerasan di Gaza dan menyesalkan penggunaan kekuatan berlebihan, setelah secara tegas juga menolak permintaan AS untuk menambahkan kecaman atas serangan terhadap Israel oleh Hamas.

Palestina berhasil mendapatkan dukungan mayoritas dari 193 negara-negara anggota, dan AS tidak menggunakan hak vetonya atas keputusan tersebut. Walaupun AS dan Israel telah berusaha melobi negara-negara anggota PBB bahwa serangan tentara Israel ke Jalur Gaza akibat dari tindakan kelompok militan Hamas.

Juru bicara Majelis Umum PBB, Brendan Varma mengatakan, badan dunia pertama-tama akan mendengar pidato dari negara-negara anggota pandangan mereka terhadap aksi kekerasan Israel.

“Setelah itu dilakukan pemungutan suara diikuti dengan resolusi,” katanya seperti dilansir AP.

Perwakilan Palestina di PBB, Riyad Mansour mengungkapkan pihaknya bersama negara-negara Arab dan dunia Islam berusaha melobi 191 negara anggota PBB, kecuali AS dan Israel. Komunikasi ini untuk mengalahkan kekuatan lobi AS dan Israel ke beberapa negara untuk membatalkan resolusi dan akhirnya menang.

Sementara resolusi Dewan Keamanan akan mengikat secara hukum, namun sayang resolusi Majelis Umum tidak, meskipun Varma menekankan hasil ini telah mencerminkan “kemauan politik” semua negara dunia serta opini internasional atas kebiadaban Israel.

Perwakilan Israel di PBB, Danny Danon mencela negara-negara yang mempertimbangkan memberi resolusi kepada Israel, tapi menolak kecaman atas tindakan militan Hamas ke wilayah Israel.

“Adalah tercela bagi negara manapun yang mempertimbangkan memilih resolusi mengutuk Israel sementara menolak mendukung kecaman Hamas,” kata Danny.

Ia menyebut negara yang mendukung Palestina sebagai negara munafik, dan membiarkan organisasi teroris Hamas diakui internasional.

Perwakilan AS untuk PBB, Nikki Haley ikut mengecam sikap negara-negara yang mendukung resolusi dan menutup mata atas tindakan Hamas ke Israel.

“Setiap resolusi yang berfokus pada perlindungan warga sipil di Gaza, mengakui tindakan-tindakan Hamas yang sembrono, membahayakan kehidupan warga sipil Israel,” kecam Haley.

Sejak protes massa hampir mingguan dimulai 30 Maret di sepanjang perbatasan Israel-Gaze, lebih dari 120 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 3.800 orang terluka oleh tembakan tentara Israel. Mayoritas orang yang tewas dan terluka tidak bersenjata, menurut pejabat kesehatan Gaza.

 

Reporter: Heni Angraini