Keren, Jepang Ciptakan ‘Masjid Mobil’ Untuk Pengunjung Muslim di Olimpiade 2020

459

BENANKMERAH.CO, TOKYO – Saat Jepang bersiap untuk menjamu pengunjung dari seluruh dunia untuk Olimpiade Musim Panas 2020, perusahaan olahraga dan acara budaya Tokyo telah menciptakan sebuah masjid di atas roda yang diharapkannya akan membuat para pengunjung Muslim merasa seperti di rumah.

Yasuharu Inoue, CEO Proyek Yasu, mengatakan kemungkinan bahwa mungkin tidak ada cukup masjid bagi pengunjung Muslim di tahun 2020 yang mengkhawatirkan bagi negara yang menganggap dirinya bagian dari komunitas internasional.

Masjid Mobil ini dapat melakukan perjalanan ke berbagai tempat Olimpiade sesuai kebutuhan.

“Sebagai negara yang terbuka dan ramah, kami ingin berbagi gagasan ‘omotenashi’ (keramahan Jepang) dengan orang-orang Muslim,” kata Inoue kepada wartawan baru-baru ini, seperti dikutip APNEWS, Kamis (26/7/2018).

Inoue mengatakan inspirasi untuk proyek ini datang kepadanya dalam perjalanan ke Qatar empat tahun lalu.

Awalnya, penyelenggara proyek berencana untuk menargetkan acara olahraga internasional baik di Jepang maupun di luar negeri.

Inoue berharap proyek ini akan melakukan lebih dari sekadar mengisi celah dalam infrastruktur keagamaan.

“Ke depan, saya akan sangat senang jika orang-orang dari Indonesia, Malaysia, Afrika, Timur Tengah dan, misalnya, pengungsi yang datang dari Suriah dapat menggunakan masjid sebagai alat untuk mempromosikan perdamaian dunia,” katanya

Masjid Mobile pertama diresmikan awal pekan ini di luar Toyota Stadium, tempat sepak bola J-League di Toyota City, yang juga merupakan markas besar perusahaan mobil dengan nama yang sama.

Bagian belakang truk 25 ton yang dimodifikasi terbalik untuk membuka pintu masuk dan kemudian sisi itu meluncur keluar, menggandakan lebar truk. Kamar seluas 48 meter persegi (515 kaki persegi) dapat menampung 50 orang.

Para tamu Muslim shalat di dalam masjid, juga tersedia keran luar untuk wuduk.

Siswa Indonesia yang menjadi korban tsunami Samudra Hindia 2004 juga berpartisipasi dalam upacara debut itu.

“Masjid Mobile sangat penting bagi orang-orang Muslim seperti orang Jepang atau turis, turis Muslim yang mengunjungi Jepang,” kata Nur Azizah, 14 tahun.

“Saya akan tunjukkan ini pada teman-teman saya,” Nur menambahkan.

Diperkirakan 100.000 hingga 200.000 Muslim tinggal di Jepang.

Tatsuya Sakaguchi, seorang tamu Jepang, menyatakan harapan bahwa Masjid Mobile akan membantu membuka pikiran orang-orang di seluruh dunia.

“Melihat dari luar pada orang-orang di masjid, mereka terlihat sangat bahagia,” kata Sakaguchi, wakil direktur dari perusahaan ritel Osaka.

 

Reporter: Heni Anggraini