Gereja-Gereja di Israel Bergabung Menentang Undang-undang Negara-Bangsa Yahudi

209
ILUSTRASI - SEBUAH GEREJA DI YERUSALEM

BENANKMERAH.CO, TEL AVIV – Gereja-gereja di Israel bergabung dengan perang melawan undang-undang kontroversial, yang mendefinisikan negara tersebut sebagai ‘negara bangsa Yahudi’ secara eksklusif. Para pemimpin gereja mendesak warga untuk melakukan protes di Tel Aviv pada Sabtu malam. 

Undang-Undang “negara bangsa Yahudi” menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi “dengan status khusus” –sebuah penurunan atas status linguistik tersebut– dan mengatakan akan memajukan pemukiman Yahudi sebagai kepentingan nasional. 

RUU ini didukung oleh pemerintah sayap kanan yang menyebut bahwa Israel adalah tanah air bersejarah bagi orang-orang Yahudi dan mereka memiliki hak eksklusif untuk menentukan nasib sendiri di negaranya.

Patriarkat Latin dari Yerusalem mempublikasikan sebuah pesan bahwa hukum tidak memberikan jaminan konstitusional untuk hak-hak minoritas dan warga Palestina Israel, yang merupakan 20% dari populasi tidak termasuk dalam RUU itu. 

“Kepada semua warga negara Israel yang masih percaya pada konsep dasar persamaan bagi warga negara itu untuk mengekspresikan penentangan terhadap hukum ini dan bahaya yang melekat di dalamnya untuk masa depan negara ini,” demikian seruan mereka dikutip dari Jpostcom, Kamis (8/9/2018)

Dewan Gereja Ortodoks menyerukan mobilisasi luas untuk demonstrasi di Tel Aviv dan mengatakan bahwa undang-undang itu menyangkal sejarah keberadaan Palestina di Israel, dan sangat melanggar hak-hak mereka. 

Dewan juga memperingatkan tentang kemungkinan kerusakan pada tempat-tempat suci umat Kristen dan Muslim.

 

Reporter: Erick Ginting