Banyaknya Kasus Bunuh Diri Karyawan di Cina Karena Kondisi Kerja Yang Keras

398

BENANKMERAH.CO – Studi baru mengungkapkan bahwa kondisi kerja yang sulit di pabrik-pabrik Cina termasuk hukuman untuk pelanggaran ringan dan pergantian staf yang tinggi mendorong karyawan untuk bunuh diri.

Penelitian oleh Institut Hak Ekonomi yang berpusat di Hong Kong itu meneliti 167 kasus percobaan atau bunuh diri yang telah selesai serta pertunjukan umum niat bunuh diri di Cina setidaknya sejak 2010.

Studi ini menemukan bahwa faktor-faktor yang berkontribusi pada kasus-kasus tersebut termasuk pengawas yang mengabaikan stres karyawan, hukuman atas pelanggaran kecil di tempat kerja dan kecemasan atas keamanan kerja di pabrik-pabrik dengan pergantian staf yang tinggi.

“Bunuh diri karyawan di sektor elektronik Cina mencerminkan penindasan suara kolektif pekerja,” kata penulis laporan Dimitri Kessler dari ERI.

Hasil dari penelitian ini setelah menganalisis kasus bunuh diri, melakukan survei di pabrik, dan mewawancarai ratusan pekerja.

ERI mengatakan telah bertemu dengan anggota Aliansi Bisnis yang Bertanggung Jawab, sebuah kelompok industri yang mencakup raksasa teknologi Apple, untuk membahas perbaikan kondisi.

Studi ini juga menemukan penolakan bonus yang dijanjikan oleh perekrut juga menyebabkan para pekerja memiliki perasaan ingin bunuh diri.

Penelitian ini berusaha keras untuk tidak menyebutkan nama dan rasa malu, mengacu pada ‘Supplier F’, pemasok elektronik terkemuka yang mengalami ‘string bunuh diri’ pada tahun 2010.

Pada tahun itu, setidaknya 13 karyawan Cina dari pemasok Apple, Foxconn meninggal dalam kasus bunuh diri.

Sektor produksi elektronik besar-besaran Cina sering menghadapi tuduhan kondisi kerja yang buruk dan praktik perekrutan yang tidak etis.

“Pekerja di banyak pabrik Cina bekerja keras selama lebih dari 80 jam seminggu untuk gaji rendah, pergi berjam-jam tanpa istirahat dan kadang-kadang terkena karsinogen,” kata Electronics Watch.

“Pengawas lantai juga sering melakukan abusive terhadap karyawan yang harus berlomba untuk mencapai target yang ambisius,” katanya.