Apa Benar Pemadaman Listrik di Batam Saat Ini Karena Kerusakan Pembangkit

484
PLTGU Panaran di Barelang Batam

BATAM – Menyusul adanya pemadaman listrik di Batam yang menurut PLN Batam disebabkan karena adanya pembangkit listrik yang mengalami kerusakan, setidaknya puluhan wartawan dari berbagai media di Batam melakukan kunjungan kebeberapa pembangkit listrik brght PLN Batam, Jumat (12/4).

Para wartawan ingin memastikan apa benar pemadaman sekarang ini akibat dari rusaknya beberapa pembangkit listrik bright PLN Batam dan bagaimana kondisi terkini pembangkit tersebut.

Untuk diketahui, sekarang ini sistem kelistrikan Batam-Bintan kapasitas pembangkitnya sekitar 567,5 Mega Watt (MW) dari 11 pembangkit milik PLN Batam maupun yang dikelola pihak swasta.

Ada tiga lokasi pembangkit listrik terbesar diantaranya, PLTU Tanjung Kasam, PLTGU Panaran dan PLTGU Tanjung Uncang.

Tiga pembangkit itu rencananya akan dikunjungi para wartawan, namun salah satu kunjungan di batalkan karena sempitnya waktu yakni di PLTGU Tanjung Uncang yang berkapasitas 176 MW.

Selama kunjungan di PLTU Tanjung Kasam, wartawan menemukan bahwa pembangkit yang memasok listrik Batam-Bintan dengan kapasitas 130 MW itu dalam kondisi baik atau tidak ada kerusakan pada mesin pembangkitnya.

Bahkan PT. TJK Power sebagai perusahaan pengelola pembangkit tersebut mengklaim bahwa pihaknya konsisten menyediakan daya listrik selalu diatas permintaan PLN Batam.

Para wartawan bersama manajemen PLN Batam di PLTU Tanjung Kasam Kabil Batam
PLTU Tanjung Kasam
PLTU Tanjung Kasam

Kerusakan ditemukan saat kunjungan di PLTGU Panaran, dilokasi ini ada 4 mesin pembangkit yakni, PLTGU MEB (78,5 MW), PLTGU DEB (77,3 MW), TM 2500 (17 MW), PLTMG bright PLN Batam (21 MW).

Benediktus Lilik Arie Susetyo, Manager Opersari PT Mitra Energi Batam (MEB) PLTGU Panaran, menjelaskan, salah satu mesin pembangkit di PLTGU Panaran mengalami gangguan atau kerusakan, dengan adanya ganguan ini wilayah Batam kehilangan 40 MW yang memaksa PLN Batam harus melakukan pemadaman bergilir.

“Yang (pada mesinnya) mengalami kerusakan adalah Power Turbin dan Karbulator,” kata Lilik.

Menurut Lilik, untuk Power Turbin telah sampai hari Jumat (12/4) pagi, dan untuk instalasinya memakan waktu setidaknya dua hari.

Sementara untuk Karbulator diperkirakan akan tersedia pada 21 April ini, dengan penginstalan selama dua hari.

“Mudahan pada 24 April nanti, mesin (yang mengalami ganguan) ini, kembali bisa beroperasi,” katanya.

PLTGU Panaran Barelang Batam
PLTGU Panaran Barelang Batam

Kunjungan terakhir wartawan yakni di PLTD bright PLN Batam atau Batam Control Center (BCC) di Baloi.

Pembangkit dengan kapasitas 26 MW ini, hanya memasok listrik disekitaran kota Batam, mulai dari Sei Harapan hingga Batam Centre.

Dilokasi ini para wartawan berkesempatan melihat mesin-mesin yang mengatur pemadaman listrik di seluruh wilayah Batam jika mengalami gangguan pada pembangkit atau gangguan tak terduga (faktor alam).

Wartawan berkesempatan melihat mesin-mesin yang mengatur pemadaman listrik di PLTD bright PLN Batam atau Batam Control Center (BCC) di Baloi.

Dalam kesempatan kunjungan ini, wartawan benankmerah.co berkesimpulan, bahwa ada beberapa faktor penyebab adanya pemadaman listrik di Batam diantaranya,

Gangguan atau kerusakan pada salah satu pembangkit seperti terjadi sekarang ini.

Diantara mesin pembangkit ini, berumur tua yang rawan mengalami gangguan, seperti saat kondisi cuaca Batam panas, beban listrik akan semakin tinggi, salah satu contoh masyarakat banyak menggunakan AC dan sebagainya, mesin yang sudah tua ini akan terbebani hingga mengalami gangguan. PLN Batam mengatakan tengah berupaya mengatasi hal ini.

Karena faktor alam, seperti banjir, pohon tumbang, kebakaran, pekerjaan galian mengenai jaringan utama listrik dan banyak lagi.

Pemeliharaan rutin pada mesin pembangkit, ini sebagai upaya agar mesin dalam kondisi baik untuk menjamin pasokan listrik.

 

Rajo Sinawa