Ditemukan Lagi Remaja Mabuk Air Rebusan Pembalut Wanita

208

BENANKMERAH.CO, KUDUS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNPB) Jawa Tengah menemukan kasus remaja yang kecanduan air rebusan pembalut wanita.

Kasus langka itu ditemukan dibeberapa wilayah pinggiran kota, seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, serta di Kota Semarang bagian timur.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, mengatakan, anak-anak yang mulai kencanduan mengonsumsi air rebusan pembalut masih pada usia pelajar yakni 13-16 tahun. 

Menurut Supri, keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama bagi anak-anak tersebut, karena tak mampu membeli sabu yang harganya mencapai jutaan rupiah per gram.

“Narkotika ini pada kelompok tertentu mungkin mahal, sehingga pada kelompok masyarakat tertentu bagi anak-anak ini yang masih mencoba terutama anak jalanan, juga pingin seperti itu [mengonsumsi sabu],” kata Suprinarto kepada okezone, Selasa (6/11).

Sebelumnya, pada Februari 2018 lalu juga ada laporan ditemukan kasus serupa di Kabupaten Karawang.

Baca: Trend Baru Remaja Karawang, Mabuk Air Rebusan Pembalut Wanita

Menurut psikolog, Indra Dwi Purnomo  yang turut menangani anak-anak pecandu pembalut rebus, mengatakan para remaja itu nekat meminum air rebusan pembalut agar bisa merasakan sensasi sebagaimana mengonsumsi narkotika jenis sabu.

“Memakai pembalut itu sebenarnya mereka bereksperimen. Ketika dia dalam keadaan terpaksa [tidak memiliki biaya] itu akan menimbulkan suatu ide-ide. Dari ide inilah diyakini terus menimbulkan sugesti [fly],” kata Indra saat konfernsi pers bersama BNPB di di Kantor BNNP Jateng, Selasa (6/11/2018).

Dia menjelaskan, eksperimen menggunakan pembalut dimulai dari yang bekas pakai hingga membuka kemasan baru.

Sementara pembalut yang paling digemari adalah jenis bersayap, karena bisa memberikan sensasi fly yang lebih dahsyat.

“Mereka pilih softex [pembalut] yang bersayap itu entah kenapa. Mereka rata-rata bilang, hasilnya ngeri-ngeri, halusinasinya ngeri,” ulasnya tanpa menjelaskan halusinasi yang dimaksud anak-anak pecandu pembalut rebus.

Menurutnya, efek fly yang dirasakan anak-anak pecandu itu berasal dari gel di dalam pembalut.

Meski begitu, pihaknya belum mengetahui pasti kandungan bahan kimia yang tersimpan dalam gel. Sekadar yang diketahuinya, gel tersebut berfungsi menyerap air atau darah haid.

“Di dalam softex [pembalut] itu ada semacam gel yang bisa direbus dan bisa bikin fly. Gel softex itu untuk menyerap air supaya enggak tembus. Ini menggunakan kimia-kimia seperti apa, saya enggak tahu persis,” katanya.

Sementara, Polisi mengungkap bahwa ada remaja yang tengah mabuk air rebusan pembalut wanita diciduk di Kudus.

“Mendapati kabar usai menelepon BNNP itu (remaja mabuk rebusan pembalut) memang tertangkapnya di Kudus tapi orang Purwodadi,” kata Kasat Narkoba Polres Kudus, AKP Sukadi kepada detikcom, Kamis (8/11/2018).

Namun dia tak menjelaskan lebih rinci tentang kelanjutan kasus tersebut. Dia melanjutkan, BNNP menangkap anak jalanan saat melakukan kegiatan di Kudus. 

“Mengamankannya. Barangkali (BNNP) dapat info dari anak jalanan lain,” ujarnya.