Menguak Misteri Makam Keramat Bukit Sekupang Batam (1)

11795
Tangga Menuju Lokasi Makam Keramat Bukit Sekupang Batam - (BENANKMERAH FOTO/Irawan)

BENANKMERAH.CO. BATAM – Sebuah makam keramat dipercaya menjadi tempat beragam ritual gaib. Mulai ritual ngalap berkah, hingga menyanggarkan benda-benda keramat.

Seperti makam keramat yang terletak di bukit Sekupang Batam tepatnya disebelah taman kolam ikan yang tidak jauh dari pelabuhan Sekupang Batam. Makam keramat ini banyak dikunjungi perziarah baik dari masyarakat sekitar maupun dari luar pulau Batam.

Tujuan para perziarah pada umumnya mencari barokah, minta naik jabatan serta ada minta dimudahkan mendapat pekerjaan dan sebagainya, bahkan konon banyak juga yang berburu harta karun disini.

Selain itu, ada yang lebih menarik, yakni salah satu kuburan dimakam keramat ini dipercaya tempat disemayamkannya Raja Melayu yang pertama.

Untuk menuju lokasi makam keramat, kita melalui anak tangga yang berjumlah 150. Ketika menaiki anak tangga ini harus waspada terkadang licin dan jarak antara anak tangga yang begitu tinggi dibutuhkan sedikit tenaga. Pada anak tangga yang ke-20 disebelah kanan, akan terlihat sebuah makam, yang dipercaya merupakan petilasan (makom) Prabu Siliwangi.

Ketika sampai diatas, maka akan tampak sebuah bangunan mirip Mesjid persis seperti bentuk mesjid yang ada di Demak. Bangunan tersebut berbentuk segi delapan dengan satu tiang ditengahnya, dan didalamnya terdapat 3 makam.

Nah disinilah dikebumikan Raja Melayu Pertama yang bernama Syekh Abdullah Karim, sementara 2 makam lainnya dipercaya adalah makam dua orang putra dari raja, yakni Syekh Daud dan Syekh Ismail.

Bangunan segi delapan makam keramat mirip bangunan mesjid di Demak – (BENANKMERAH FOTO/Irawan)

Menurut penuturan dari Juru Kunci makam, Pak Sugeng, Makam Keramat Bukit Sekupang sudah ada sejak lama.

Sementara tentang siapa yang mendirikan bangunan yang ada disekitar makam keramat ini, pengakuan dari pak Sugeng bahwa ia tidak tahu persis, kemungkinan dibangun antara tahun 1991 atau 1992 oleh pengusaha yang ada di Batam.

“Secara detail, terus terang belum ada yang tahu persis sejarah sebenarnya tempat ini,” terangnya.

Di ceritakan pak Sugeng, dalam tidurnya ia bermimpi disuruh untuk datang ke Batam. “Dimimpiin suruh datang ke batam, akhirnya saya ke Batam dan mencari-cari, ketemu lah disini (bukit sekupang), terus saya puasa 3 hari 3 malam. Apa sih yang dimauin, awalnya sih antara percaya dan tidak percaya”, tutur pria yang berusia 70 tahun ini.

Syekh Abdullah Karim yang merupakan seorang raja Auliyah, dan sering menampakan diri pada pak Sugeng dalam wujud orang berjubah putih, terkadang memakai pakaian raja. Sosok berjubah putih itulah yang menceritakan, bahwa Ia adalah seorang Raja Melayu.

“Ceritanya beliau ini raja melayu yang pertama. Karena turun tahta, kalau dijawa kalau turun tahta kan dipasrahkan ke anak cucunya atau penerusnya, Beliau ini ibaratnya bertapa jadi seorang syekh”, ujar pria yang berasal dari pulau Jawa ini.

Makam Syekh Abdullah Karim – (BENANKMERAH FOTO/Irawan)

Disini terdapat 9 makam, dan tentang informasi terkait nama yang ada dietiap kuburan, diketahui pak Sugeng lewat bisikan gaib. Terkadang datang sekelebat orang dan lewat bisikan ditelinganya

“Saya dikasih tahu namanya (satu persatu), setelah saya tinggal disini selama 5 tahun (dari tahun 2005). Waktu pertama kali dibisikan ditelinga, kadang-kadang ada orang ngomong, pas lihat ke belakang tidak ada orang”, kenang pak Sugeng.

“Jadi sekarang saya disuruh raja tersebut untuk mengabdi, bersih- bersih di area ini”, sambungnya

Makam yang terletak dibawah saat kita menaiki anak tangga yang ke-20, menurut penuturan pak Sugeng, itu adalah makomnya Prabu Siliwangi. Makom ini berbeda dengan Makam, jika makam ada jasadnya sedangkan makom adalah tempat napak tilas.

Makom (Petilasan) Prabu Siliwangi – (BENANKMERAH FOTO/Irawan)

“Beliau pernah duduk disitu, kalau pikirannya kurang bagus naik keatas, dalam wujud harimau duduk ditangga, itulah beliau (Prabu Siliwangi )”, tuturnya.

Selain itu, terdapat makam Syekh Maulana (seorang panglima) terletak disebelah kanan bangunan segi delapan yang mirip mesjid Demak, sementara makam Panglima Lang Putih disebelah kanan saat kita menaiki anak tangga yang ke-100, serta makam Syekh Said Ahmad Abu Bakar Al Jufri posisinya tidak jauh dari bangunan segi delapan, yaitu dengan menuruni bukit sekitar 50 meter.

Ditempat yang agak terpisah dari makam yang tersebut diatas, juga terdapat makam Diah Ayu Sekar Tanjung yang lebih dikenal dengan Putri Intan beserta makam pengasuhnya yakni Nenek Sari alias Naga Runting, kata pak Sugeng, Putri Intan ini masih ada garis keturunan dari Raja Engku Hamidah.

Untuk menuju kelokasi makam Putri Intan dan pengasuhnya itu, kita harus turun bukit lagi melewati pepohonan lebat yang banyak dihuni binatang buas seperti ular kobra.

“Dua makam tersebut tempatnya berbeda, untuk menuju kesana banyak ular kobra, dan makam tersebut masih sakral, orang lain belum boleh kesana”, tutur pak Sugeng.

(Bersambung)

Reporter : Irawan