Legenda Cindaku, Manusia Harimau Dari Kerinci Jambi

3444
Ilustrasi

BENANKMERAH.CO – Keberagaman budaya yang dimiliki oleh setiap suku di tanah air merupakan sisi kehidupan yang  acap kali memunculkan legenda-legenda yang dipercaya secara turun temurun.

Di tanah air sendiri mayoritas masyarakat memang masih percaya dengan mitos hingga kisah-kisah legenda.

Salah satu kisah legenda yang hingga saat ini masih sangat kental bagi warga Jambi, Sumatera adalah legenda tentang manusia harimau yang dikenal dengan nama cindaku.

Seperti banyak legenda yang dipercaya oleh kalangan masyarakat tanah air, legenda tentang cindaku pun sangat kental dengan hal-hal berbau magis.

Cindaku sering digambarkan sebagai sosok manusia yang bisa berubah wujud menjadi setengah manusia dan setengah harimau.

Menurut legenda, cindaku merupakan sebuah ilmu batin yang dipercaya sebagai warisan dari nenek moyang masyarakat kerinci.

Konon mereka yang memiliki kemampuan spiritual untuk berubah menjadi manusia harimau hanyalah mereka yang memiliki darah murni dan memiliki bakat spiritual.

Namun , mereka hanya bisa berubah jika berada di tanah kelahirannya sendiri dan ketika dadanya bersentuhan dengan tanah.

Sekilas legenda ini mirip seperti sebuah ilmu gaib, namun bagi warga Kerinci legenda tersebut sebenarnya bukan seperti ilmu hitam yang dipergunakan untuk mempertahankan diri.

Tapi cindaku merupakan sebuah ilmu yang diturunkan untuk menjaga batas hidup antara manusia dan harimau.

Legenda manusia harimau dari tanah Kerinci ini bermula dari kisah legenda nenek moyang yang dikenal dengan nama Tingkas.

Menurut  legenda itu Tingkas merupakan nenek moyang mereka yang menjalin hubungan dengan harimau untuk menjaga batasan antara manusia dan harimau.

Konon hubungan tersebutlah yang selama ini membuat mereka bisa hidup berdampingan dengan harimau.

Cindaku dipercaya berperan penting untuk menjaga hubungan itu, jika ada yang berani melanggarnya maka mereka harus berhadapan dengan kematian.

Berdasarkan legenda yang dikisahkan oleh salah seorang pemangku adat setempat mengatakan bahwa memang tidak semua masyarakat Kerinci adalah cindaku, tapi orang-orang terpilihlah yang bisa memiliki kekuatan cindaku.

Namun, kembali di tegaskan ia jika legenda tersebut bukan sebuah ajian untuk memperkuat atau memperkebal diri mereka, tapi legenda tersebut untuk mengatur batasan hidup manusia dan harimau.

Bahkan menurutnya, mereka yang memiliki ilmu legendaris tersebut juga tidak bisa menggunakannya dengan kemauan mereka.

Mereka baru bisa berubah menjadi manusia harimau jika ada orang yang berani melanggar perjanjian mereka.

Nah, apakah legenda ini hanya sebuah mitos atau fakta semua kembali pada anda percaya atau tidak.

Rajo
Disarikan dari laman segiempat.com dengan perubahan.