Berburu Emas Batangan Makhluk Ghaib di Makam Keramat Sekupang Batam (3)

4989
Ilustrasi Emas Batangan - Foto Istimewa

BENANKMERAH.CO, BATAM – Makam keramat yang terletak di bukit Sekupang Batam ini disinyalir terdapat harta karun milik makhluk halus.

Alhasil, banyak orang menyalahgunakan makam keramat tersebut, bukannya mengirim do’a malahan mencari harta karun salah satunya emas batangan.

Baca Juga:
Menguak Misteri Makam Keramat Bukit Sekupang Batam (1)
Menguak Misteri Makam Keramat Bukit Sekupang (2)

Menurut Juru Kunci makam, Pak Sugeng, para pemburu emas batangan dimakam keramat banyak juga yang datang dari luar pulau Batam.

Sedangkan pulau Batam sendiri, para pemburu emas batangan selain masyarakat umum juga ada diantaranya para pejabat.

Nah, pertanyaan adalah benarkah harta karun gaib itu benar-benar tersedia di makam keramat ini?

“Dulu ada seorang Haji bernama Asman (nama disamarkan) yang tinggal di Batu Aji menarik emas batangan disini,” kenang pak Sugeng.

Haji Asman tersebut kata pak sugeng, pernah berhasil menarik emas batangan di Makam Keramat.

“Awalnya dia baik sama kami, dan berjanji akan membantu memperbaiki bangunan rusak disini jika ia berhasil mendapatkan emas batangan itu,” kata pak Sugeng.

Namun, lanjut pak Sugeng, setelah Haji Asman berhasil menarik beberapa emas batangan, dia melupakan janjinya.

“Tak lama setelah itu, kami mendengar kabar ia mendapat penyakit aneh, dan semua hartanya ludes untuk mengobati penyakitnya itu,” katanya.

Pak Sungeng mengatakan, Haji Asman merupakan salah satu contoh peziarah yang menyalahgunakan makam keramat.

Dan banyak lagi masyarakat maupun pejabat berziarah kemakam dengan niat salah seperti Haji Asman.

Pada umumnya para pemburu emas batangan ini, dengan modus akan membantu memperbaiki fasilitas makam jika mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Namun, godaan dari harta karun milik makhluk halus ini sangatlah besar, mereka melupakan janjinya hingga mendapatkan imbasnya seperti menderita penyakit aneh sampai jatuh miskin atau bangkrut.

Sementara itu, pak Sugeng mengaku tidak bisa mengontrol para peziarah makam keramat, karena belum adanya aturan yang ketat.

Pun ia mengakui tidak mengetahui seperti apa pesugihan yang dilakukan oleh para peziarah untuk menarik harta milik makhluk halus tersebut.

“Jadi tujuan para peziarah (yang melenceng) resikonya ditanggung oleh para perziarah itu sendiri,” katanya.

 

Rajo Sinawa