Teori Konspirasi: Avril Lavigne Meninggal Dunia, Yang Hidup Sekarang Avril KW

1161

Apakah benar Avril Lavigne mati? sama seperti Zombie, atau Lazarus, desas-desus bahwa Avril Lavigne meninggal dan hidup kembali digantikan oleh doppelganger atau kembarannya

Menurut sebuah teori yang beredar luas di situs penggemar Avril Lavigne asal Brazil bahwa penyanyi ‘Sk8r Boi’ meninggal pada tahun 2003, saat berusia 18 tahun, dan digantikan oleh Melissa Vandella, seorang doppelganger. 

Dalam beberapa tahun berikutnya, ahli teori konspirasi mengumpulkan banyak “bukti” untuk mendukung teori tersebut, terutama karena perubahan penampilannya.

Teori itu menyebutkan penyanyi Kanada itu tewas gantung diri sebelum album kedua dan digantikan oleh kembarannya.

Motif untuk menggantikannya karena saat itu Avril berada di puncak karirnya dan label rekamannya tidak ingin membiarkannya pergi.

Konon kembaran Avril Ramona Lavigne bernama Melissa Vandella. Keduanya segera menjadi sobat karib.Nama Mellisa juga ditulis dengan tinta permanen berwarna pink— di lengan Avril dalam sebuah sesi foto?

Singkatnya, Avril menyewa kembaran untuk membuat keder paparrazzi yang terus memburunya.

Penyebab Avril mengambil nyawanya sendiri, dikatakan karena kakeknya meninggal setelah album debutnya, Let Go.

Basis utama bukti untuk teori ini, adalah Avril KW yang hidup hari ini memiliki lebih sedikit bintik-bintik di lengannya daripada Avril sebelum 2003.

Ada juga klaim bahwa ada “beberapa petunjuk” tentang kematian Avril asli dalam lirik dan sampul album berikutnya. 

Sebagai contoh, hitnya pada tahun 2004 ‘Nobody’s Home’ diduga merupakan petunjuk untuk bunuh dirinya, berikut kutipan liriknya dalam bahasa indonesia.

Dia ingin pulang namun tak ada orang di rumah
Di situlah tempatnya sandarkan hatinya yang luka
Tak ada tempat tujuan, tak ada tempat tujuan
Tuk usap air matanya, hatinya terluka

Lagu lain, ‘Slipped Away’ dan My Happy Ending’, juga diduga merupakan petunjuk Lavigne telah mati.

Inilah uraian teorinya, Anda bisa menyebutnya sedikit rumit 

Tapi, pria yang mengelola fansite Avril Lavigne di Brazil itu telah membuat pernyataan “bahwa Avril masih hidup” dan “tak pernah digantikan oleh seorang kembaran.”

Nyatanya, teori konspirasi yang digodoknya adalah bagian dari eksperimen sosial untuk menunjukkan bahwa kita bisa bikin orang percaya apapun di internet selama kita menyuplai mereka informasi yang valid.

Jadi teori itu sebenarnya diciptakan untuk menunjukkan betapa mudahnya menyebarkan informasi yang salah di internet. 

“Saya meminta maaf kepada orang-orang yang percaya bahwa dia sudah mati dan merasa kecewa tentang teori ini, tetapi ini adalah latihan untuk mengajar menjadi lebih skeptis dan tidak percaya semua yang Anda lihat!,” kata fansite asal Brazil itu.