Ustadz Somad Soal Larangan Ucapan Kafir: Gimana Nanti Baca Ayat “Qul ya Ayyuhal-Non-Muslim”?

725

Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan soal sebutan kafir kepada non muslim, menurut dia perkataaan kafir itu sudah ada sejak dulu dalam Al quran kitab suci umat Islam.

Karena itu kata UAS tidak seharusnya umat agama selain Islam marah disebut kafir.

“Maka kalau ada ustadz mengucapkan Kafir, orang kafir marah. Kalian kok marah, ini kalimat dari dulu,” jelas UAS dikutip dari video tausiah yang beredar di media sosial.

Kata UAS tidak mungkin kata kafir untuk non muslim dilarang, sebab banyak surah Al quran yang menyebut tentang kafir di antaranya dalam surah Al Kafiruun yang berbunyi Qul ya Ayyuhal-Kafiruun otomatis juga akan berubah.

“Jangan panggil kami kafir, panggil kami non-muslim. Loh gimana nanti baca ayat “Qul ya Ayyuhal–Non-Muslim.,” bagaimana mungkin, (kata) kafir kan dari dulu (ada dalam Al quran),” kata UAS

UAS lalu menjelaskan, orang yang menonjol dalam keberanian memperjuangkan kebenaran karena ada bengkok ada lurus.

“Ada batil ada haq, ada Musa ada Firaun. Ada hitam ada putih, ada iman ada kufur”

“Mukmin-Iman, Kufur-Kafir, maka masalah orang kafir sudah ada (dalam Al quran),” ujar UAS.

Seperti diketahui, Nahdlatul Ulama, (NU) telah mengeluarkan seruan untuk mengakhiri penggunaan “kafir” pada non-Muslim dalam masalah negara atau kewarganegaraan.

Seruan itu diputuskan di dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama melalui Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Banjar.

konferensi tersebut menyimpulkan bahwa non-Muslim harus disebut sebagai “muwathin”, atau warga negara dengan hak dan kewajiban yang sama dengan warga Muslim.