Umat Islam Mendukung LGBT, Murtad?

6024
Spanduk di luar masjid pinggiran Jakarta yang menolak LGBT (Foto: Reuters)

JAKARTA – Agama Islam secara tegas mengharamkan dan melaknat LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender ) apalagi perkawinan sesama jenis. 

Kendati demikian banyak juga diantara umat Islam yang membela atau mendukung praktik  penyimpangan seksual tersebut.

Padahal Islam memandang homoseksual sebagai tindak kejahatan besar yang mendapatkan sanksi tegas yakni hukuman mati atau hukum bunuh.

“Siapa saja yang kalian jumpai melakukan perbuatan kaum Nabi Luth as. maka bunuhlah pelaku dan pasangan (kencannya),” (HR. Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah).

Dengan sanksi itu, orang tidak akan berani berperilaku homoseksual. Masyarakat pun bisa diselamatkan dari segala dampak buruknya.

Sejarah hancurnya sebuah negeri akibat LGBT ini, bahkan tercantum di tiga kitab suci agama.

Menjawab apakah umat Islam pendukung LGBT dinyatakan keluar dari islam atau murtad, berikut ini keterangan beberapa ulama dari berbagai madzhab yang bisa jadi pertimbangan dikutip dari laman konsultasisyariah.com.

Madzhab Hanafi

Muhammad bin Ismail ar-Rasyid – ulama hanafiyah – menyebutkan beberapa perbuatan penyebab kekufuran.

“Siapa yang mengingkari haramnya perbuatan yang disepakati haram, atau ragu dalam mengharamkan yang disepakati haram, seperti khamr, zina, homo, atau riba, atau dia meyakini bahwa dosa besar datau kecil itu halal, maka dia kafir.” (Tahdzib Risalah al-Badr ar-Rasyid, hlm 45).

Madzhab Syafii

Imam an-Nawawi dalam kitabnya Raudhatut Thalibin menyebutkan tentang sebab orang menjadi murtad.

“Siapa yang menentang adaya rasul, atau mengingkari salah satu nabi, atau mendustakannya, atau menentang salah satu ayat al-Quran yang disepakati, atau menambahkan satu kalimat dalam al-Quran dan dia yakini itu bagian dari al-Quran,… atau menghalalkan sesuatu yang disepakati haram, seperti khamr atau homo… semua itu perbuatan kekufuran,” (Raudhatut Thalibin, 10/65).

Madzhab Hambali

Al-Buhuti ulama hambali dalam kitabnya Kasyaf al-Qana’ menyebutkan beberapa perbuatan yang menyebabkan orang jadi kafir.

“… atau menghalal zina dan semacamnya, seperti menghalalkan sumpah palsu, homo, atau membolehkan tidak shalat, atau tidak mengakui adanya sesuatu yang haram yang disepakati haramnya, seperti daging babi, khamr, atau sebangsanya, atau dia ragu tentang dan yang semisal dengannya, yang dia ketahui maka itu kafir. Karena dia mendustakan Allah, rasul-Nya dan seluruh umat. (Kasyaf al-Qana’, 6/172).

Semoga Allah menyelamatkan kita dari perbuatan yang dilaknat ini. Bentengi keluarga dengan pengetahuan agama dan jalani perintah dan larangan-Nya. LGBT merupakan dampak dari agama baru tanpa kitab suci; sekuler dan liberal.

 

Editor: Siti