TGB Bela ‘Alfateka’ Jokowi: Dia Mendapatkan Dua Pahala

1748
Muhammad Zainul Majdi (TGB) (Foto:

JAKARTA – Kesalahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam melafalkan Alfatihah menjadi “Alfateka” saat membuka MTQ 2018 di Sumatera Utara menuai pro-kontra.

Mantan gubernur NTB, Zainul Majdi, atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) turut membela.

Mengutip dari video yang diunggah oleh akun Facebook Suara Nahdlatul Wathan pada Minggu 14 Oktober 2018, TGB menyampaikan beberapa hal terkait kontroversi lafalan Alfateka yang juga viral di media sosial itu.

TGB mengatakan, apa yang disampaikan Jokowi itu adalah sesuatu yang mulia dalam Islam karena mengajak bersama-sama melakukan kebaikan mendoakan korban gempa dan tsunami.

“Pertama, apa yang beliau sampaikan itu sesungguhnya ajakan kebaikan, sesuatu yang mulia di dalam Islam, mengajak untuk mendoakan saudara-saudara kita yang wafat syahid, karena gempa bumi dan tsunami,” ujarnya.

Menurutnya, Lafalan Jokowi hanya kekeliruan, dan bukan merupakan sebuah kesalahan yang disengaja.

“Di dalam Islam semua ajakan kebaikan diapresiasi oleh Allah dan rasul-nya. Bahkan ketika kita membaca Alquran lalu kita kesulitan untuk melafalkan satu huruf atau satu kalimat dengan baik,” katanya.

Mengutip dari Sabda Nabi SAW, TGB mengatakan Jokowi mendapat dua pahala jika berusaha dan belajar memperbaiki kesalahan lafalannya itu.

“Apa kata Rasul, dia mendapatkan dua pahala. Pahala membaca Al Quran dan pahala berproses belajar. Islam sangat menghargai proses yang baik,” kata penghafal al Quran lulusan Al Azhar, Mesir ini.

TGB menjelaskan, tidak hanya Indonesia, bahkan orang Arab pun sering melafalkan Al Quran dengan cara berbeda.

“Yang kedua, jangankan kita orang Indonesia, bahkanpun orang Arab dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mereka sering melafalkan satu huruf dengan pelafalan yang berbeda,” paparnya.

TGB menekankan, apa yang disampaikannya ini adalah terkait perbedaan lafalan.

Menurut dia, hal tersebut tidak jadi masalah jika kesalahan lafalan itu bukan sesuatu yang disengaja, tetapi karena latar belakang lafalan secara alami.