Takut Jadi Ancaman Partai Komunis, Pemerintah Cina Tutup Sekolah Islam Berbahasa Arab

2182
Foto: South China Morning Post

BENANKMERAH.CO – Pemerintah Cina akan menutup sekolah Islam berbahasa Arab berusia 34 tahun di kota Pingliang provinsi Gansu di Cina barat laut, karena dinilai mengancam kepopuleran partai Komunis.

Hal ini juga telah menimbulkan kekhawatiran bahwa kebijakan agama yang kejam dialami wilayah otonomi Xinjiang Uygur diterapkan ke daerah-daerah berpenduduk Muslim lainnya.

Pingliang Arabic School, merupakan lembaga amal yang melayani siswa yang kurang mampu, telah diumumkan oleh pejabat pendidikan kota untuk ditutup pada 17 Desember dan memulangkan 200 siswa serta 20 pengajar.

Pingliang adalah kota kecil di perbatasan antara Gansu dan provinsi Shaanxi salah satu daerah termiskin di China.

“Tampaknya para pejabat tidak tertarik untuk berbicara kepada kami sama sekali,” kata seorang guru yang meminta namanya dirahasiakan dikutip dari dari South China Morning Post, Minggu (9/12).

Dalam upaya untuk menyelamatkan sekolah dari penutupan, para guru pada minggu lalu mengirim petisi yang berisi lebih dari 1.000 tanda tangan ke biro pendidikan.

“Siswa kami semuanya berasal dari keluarga yang sangat miskin. Dengan pelatihan bahasa, banyak lulusan kami dapat menemukan pekerjaan seperti penerjemah untuk para pedagang Timur Tengah yang melakukan bisnis di provinsi-provinsi seperti Guangdong. Jika sekolah ditutup, mereka bisa berakhir sebagai putus sekolah di jalan,” kata guru itu. 

Ditutupnya sekolah-sekolah bahasa Arab itu telah memicu kekhawatiran bahwa pihak berwenang membendung pengaruh seperti Islam dan Kristen, pemerintah takut bahwa semakin populernya keyakinan semacam itu akan menjadi ancaman bagi otoritas mutlak Partai Komunis.

Namun, para pejabat mengklaim sekolah tersebut tidak memiliki izin operasional yang dibutuhkan meskipun telah beroperasi sejak 1984.