Siapa Yang Pertama Kali Membangun Ka’bah?

12797

Ka`bah adalah rumah ibadah tertua yang pertama dibangun untuk semua umat manusia dan didedikasikan untuk menyembah satu Tuhan. Jadi dengan menghadap ke arah Ka’bah dalam setiap shalat dan do’a, kita menekankan kesatuan umat manusia di bawah Ketuhanan satu-satunya Tuhan.

Selain itu, dengan menghadap ke arah Ka’bah, kita menekankan konsep Allah, Yang Maha Kuasa menjadi pusat kehidupan kita.

Dalam Al Qur’an dan Hadis telah disebutkan bahwa Ka`bah adalah Rumah pertama yang didirikan bagi umat manusia untuk menyembah Allah.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia,” (Ali Imran: 96)

Tidak disebutkan dalam ayat Al Qur’an atau Hadis secara otentik apakah Ka’bah dibangun oleh Nabi Adam.

Beberapa ahli tafsir mengatakan bahwa Ka’bah pertama kali dibangun oleh nabi Adam, sementara tafsir lainnya mengatakan bahwa Ka’bah pertama kali dibangun oleh para malaikat di bumi ini sebelum diciptakannya Adam. 

Pada sebuah hadis lain disebutkan pula bahwa Ka’bahlah yang mula-mula muncul di permukaan air ketika langit dan bumi ini diciptakan sebagai buih yang putih, maka dihamparkanlah tanah dari bawahnya (diberi berkah) hal dari alladzii (dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam) karena ia merupakan kiblat mereka.

Ketika Nabi Ibrahim tiba di tempat Ka’bah, bangunan itu sendiri tidak ada. Bahkan masa itu kota Mekah tidak memiliki penduduk.

Allah menunjukkan Nabi Ibrahim situs Ka`bah (Al-Hajj: 26) dan kemudian dia dan putranya Isma’il bersama-sama mengangkat fondasinya dan membangunnya dari bawah ke atas. (Al-Baqarah: 127)

Pembangunan Ka’bah tetap berlangsung setelah zaman Nabi Ibrahim meskipun Ka’bah memiliki beberapa kerusakan struktural dari waktu ke waktu dan selalu mengalami perbaikan.

Ketika Nabi Muhammad SAW berusia sekitar 35 tahun, sebelum kenabiannya, orang-orang Quraisy membangun kembali Ka’bah karena telah rusak oleh banjir besar di Mekkah.

Ka’bah saat ini berdiri di atas fondasi yang sama di mana ia dibesarkan oleh Nabi Ibrahim dan putranya Isma’il.

 

Dikutip dari pakistanlink.com dengan sedikit perubahan.

Siti Hastuti