PSI: Tidak Pernah Ada Fatwa MUI Haramkan Ucapan Selamat Natal

953

BENANKMERAH.CO – Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengatakan bahwa tidak pernah ada Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang mengharamkan umat Islam mengucapkan Selamat Natal pada umat Kristen.

“Kami sekadar mengingatkan, kabar yang menyatakan bahwa pernah ada fatwa MUI yang mengharamkan Selamat Natal adalah berita bohong atau hoax,” kata Guntur Romli, di Jakarta, Minggu (23/12).

Guntur meyebut hoax tentang fatwa MUI selalu didaur ulang setiap tahun. Padahal, kata dia, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin pada 24 September 2018 sudah pernah kembali menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa tentang larangan mengucapkan selamat Natal.

“Tidak ada pelarangan ucapan Natal. Yang ada Fatwa larangan mengikuti misa Natal. Jadi, bukan mengucapkan selamat,” kata Guntur merujuk kepada fatwa MUI di tahun 1981 oleh Prof. Dr. Buya Hamka yang menyatakan haram mengikuti perayaan dan kegiatan Natal.

PSI, kata Guntur perlu menegaskan ini karena selama ini sudah kadung jadi suatu kepercayaan umum bahwa mengucapkan selamat atas perayaan hari besar penganut agama lain merupakan hal yang melanggar akidah umat Islam.

“Mudah-mudahan sekarang menjadi jelas, bahwa menurut MUI, yang tidak boleh bagi umat Islam adalah mengikuti Misa Natal, sementara ikut memberikan selamat dan membantu perayaannya sebagai perwujudan hidup berkerukunan, ya tidak apa-apa,” kata Guntur.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa selama ini organisasinya tidak pernah mengeluarkan fatwa tentang larangan mengucapkan selamat Natal.

“Enggak ada fatwa soal ucapan, fatwa yang ada itu fatwa mengikuti misa Natal. Jadi, bukan mengucapkan selamat,” ujar Ma’ruf kepada Tempo, usai menggelar pertemuan dengan petinggi Bank Muamalat di Muamalat Tower, Jakarta pada Senin, (24/9/2018) lalu.