Ketika Nabi Isa Akan Dibunuh

2180
Ilustrasi

BENANKMERAH.CO – Sahabat-sahabat nabi Isa alaihissalam (As), disebut sebagai kaum Hawariyyun, hanya berjumlah 12 orang.

Diantara 12 orang tersebut ada satu orang yang murtad dan berkhianat terhadapnya, yakni Yahuza atau Iskarius.

Didalam menyerukan agama Allah, Nabi Isa As, mendapat tantangan yang keras dari orang yahudi yang kafir.

Mereka bahkan bermusyawarah untuk menangkap dan membunuh nabi Isa As, pemimpin kaum kafir itu tak lain adalah Yahuza, sahabat nabi Isa yang murtad itu.

Waktu itu, yang berkuasa atas seluruh negeri adalah raja Herodes. Ia adalah penguasa yang zalim serta amat memusuhi serun nabi Isa As.

Raja Herodes kemudian memerintahkan tentaranya untuk menangkap dan membunuh nabi Isa As, maka jadilah nabi Isa As sebagai orang buruan tentara kerajaan.

Suatu ketika, nabi Isa terkepung dalam suatu wilayah, tetapi tentara kerajaan tidak berhasil menemukan tempat persembunyiannya.

Nabi Isa As, beserta beberapa pengikutnya bersembunyi pada suatu tempat terpencil, sehingga tentara kerajaan tidak berhasil menangkapnya.

Akan tetapi, si pengkhianat Yahuza rupanya mencium tempat persembunyian nabi Isa As. Ia langsung melaporkan hasil pengintaiannya itu kepada raja Herodes untuk memperoleh sejumlah hadiah.

Maka segeralah Raja itu memerintahkan balatentaranya mengikuti Yahuza ketempat persembunyian nabi Isa As.

Nabi Isa As tak berdaya, ketika tentara kerajaan tiba-tiba menyerbu tempat persembunyiannya, yang dipimpin oleh Yahuza.

Namun, Allah Swt berkehendak lain, Dengan Kodrat Nya, Nabi Isa As diangkat oleh Allah Swt ke langit untuk diselamatkan dari kejahatan kaum kafir.

Sementara itu, Yahuza yang memimpin pasukan kerajaan, dengann serta merta diubah wajahnya oleh Allah Swt menjadi mirip dan serupa dengan nabi Isa As.

Maka ketika tentara melihatnya, segera ditangkaplah Yahuza, meski ia meronta-ronta dan membela diri.

Yahuza tidak dapat membuktikan bahwa dirinya bukannlah nabi Isa As, sebab wajahnya amat serupa.

Lagi pula, satu-satunya orang yang berwajah nabi Isa As ketika itu adalah dirinya sendiri.

Maka tidak ada alasan bagi tentara kerajaan untuk tidak menangkapnya dan kemudian membawanya ke hadapan raja Herodes, oleh Raja, nabi Isa palsu itu dijatuhi hukuman mati dengan disalib diatas tiang kayu.

Peristiwa itu Allah jelaskan dalam Firman Nya:

“….dan karena ucapan mereka; “Sesungguhnya kami  telah membunuh Al-Masih, Isa Putra  Maryam, Rasul Allah”. padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuhnya itu. Mereka tidak punya keyakinan tentang siapa yang dibunuhnya itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka. Meraka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (Q.S. An-Nisa: 157).

Ajaran Nabi Isa As adalah Islam

Nabi Isa As sebenarnya mengajarkan pokok-pokok ketuhanan yang sama dengan ajaran Islam kini, akan tetapi sebagian orang ddari golongan Yahudi ajaran Tauhid itu telah diselewengkan.

Yahuza yang diserupakan wajahnya dengan Nabi Isa dan kemudian disalib hingga menemui ajalnya itu, oleh mereka dikatakan sebagai anak tuhan yang menebus dosa umat manusia. Padahal Allah Swt dengan tegas telah berfirman dalam Al Qur’an:”

“Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apa bila Dia telah menettapkkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “jadilah” maka jadilah ia. (Q.S. Maryam: 35)

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “sesungguh Allah adalah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih sendiri berkata: “hai Bani Israil, sembahlah Tuhan ku dan Tuhan mu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong”, (Q.S. Al-Maidah: 72). [Ustaz Hanafi].

 

Editor : Siti