Menteri Agama: Dampingi LGBT Secara Empatik, Jangan Menghina atau Mengucilkan

1781
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin - Itimewa

JAKARTA –  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghimbau pada masyarakat untuk jangan menghina dan mengucilkan orang-orang dengan prilaku seksual LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender). 

“Bila kita tak bersetuju dengan perilaku LGBT, mari dampingi pelakunya secara empatik agar tak lagi melakukannya, bukan malah menghina, mencerca, mengucilkannya, apalagi sampai meniadakan eksistensi kemanusiaan mereka,” ujar Lukman lewat akun twitternya @lukmanfaifuddin, Selasa (16/10) lalu.

Sebelumnya, hal senada juga ia sampaikan lewat sebuah video yang dibagikan oleh akun twitter resmi Kementerian Agama.

Dalam video itu, Lukman memberikan klarifikasi terkait banyaknya tudingan yang menyebut ia sebagai pendukung bahkan melegalkan praktik LGBT.

Lukman pun membantah tudingan itu, ia menegaskan bahwa praktik LGBT adalah tindakan yang menyimpang menurut agama. “Semua agama menolaknya dan saya pun menolaknya,” ujarnya.

Meski begitu, Lukman menyarankan para pemuka agama dan masyarakat untuk mendampingi LGBT secara empatik serta memberikan bimbingan dan pembinaan.

Menurutnya, langkah itu bertujuan untuk mencegah agar perilaku menyimpang tersebut tidak meluas. Dan para pelaku tidak melakukan lagi perilaku seks LGBT.

“Bentuk empatik ini sangat diperlukan,” katanya

 

Nyta Cece