Kisah Nabi Muhammad dan Juara Gulat

47
ILUSTRASI

Ini adalah kisah yang sangat mendalam dan menghibur.

Nabi Muhammad saw berusia sekitar 50 tahun; di usia ini dia telah berkhotbah dan mengajar Islam selama sekitar sepuluh tahun, dan ada banyakpertentangan, penganiayaan, dan banyak kesulitan. Tapi dia belum kehilangan belas kasihan, belas kasihnya serta kesabarannya.

Suatu hari Nabi Muhammad sedang berjalan di luar Mekah dan dia menemukan seorang pria yang sangat terkenal bernama Rukana. Rukana adalah orang terkuat di suku Quraish; dia seperti juara gulat.

Sebuah narasi menyebutkan bahwa Rukana tidak menyukai Nabi, bukan karena alasan pribadi tetapi karena ia tahu Nabi saw selalu berkhotbah dan mengajar Islam dan Rukana tidak memahami Islam merasa khawatir tentang hal itu.

Nabi Muhammad saw melihatnya dan berkata:

“Rukana, saya ingin berbicara dengan Anda tentang sesuatu”

Dia berkata:

“Kenapa kita tidak bergulat dan lalu kita akan bicara.”

Nabi Muhammad berkata:

“Yakin. Aku harus bergulat”

Jadi, mereka mengambil posisi dan mulai bergulat dan Nabi Muhammad mengambil Rukana dan membanting tubuhnya.

Rukana seperti terkejut; dia belum pernah dipukuli sebelumnya. Dia bangun dan dia tidak mengerti apa yang terjadi, dan bangkit lagi:

“Ayo mulai (bergulat) lagi.”

Dan mereka bergulat untuk kedua kalinya dan Nabi Muhammad saw membanting tubuhnya lagi. Rukana kembali bangun dan semakin terkejut. Dia berkata:

“Lagi!”

Dan Nabi Muhammad mengangkatnya dan membanting tubuhnya lagi.

Sekarang Rukana tidak mengerti bahkan apa yang sedang terjadi, jadi dia berkata kepada Nabi Muhammad:

“Kamu harus mengerti saya belum pernah dipukuli sebelumnya. Tidak ada yang pernah membanting saya ke tanah sebelumnya; Saya tidak mengerti apa yang sedang terjadi”

Nabi Muhammad SAW lalu bersabda:

“Mari saya tunjukkan sesuatu yang lebih menakjubkan dari itu”

Dan ada sebuah pohon, ini adalah mukjizat kenabian , di kejauhan dia memanggil pohon itu, dan pohon itu bergerak dari tempatnya dan datang kepada Nabi saw. Dia kemudian memberi tahu pohon itu untuk kembali dan pohon itu kembali ke tempatnya.

Dan Nabi melihat ke arah Rukana yang terlihat takjub dan spontan mengatakan: “Saya bersaksi bahwa tidak ada seorang pun yang layak disembah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Anda (Muhammad) adalah Utusan Tuhan.”

Pada titik waktu itu, Nabi Muhammad saw memberi selamat Rukana dan melanjutkan jalannya.

Pelajaran untuk diambil

Ini adalah kisah yang indah tentang bagaimana Nabi Muhammad saw berkhotbah dan mengajar Islam.

Saya ingin mengambil beberapa detik untuk merenungkan kisah itu dan betapa dalamnya kisah itu.

Nabi Muhammad saw adalah manusia yang paling diberkati yang pernah berjalan di muka bumi ini. Dia adalah kekasih Allah. Setiap detik, setiap menit, setiap momen dalam hidupnya sangat berharga, tetapi pada saat yang sama ia sangat peduli pada orang dan memahami orang; dia berinvestasi pada orang-orang dan mengakomodasi orang-orang yang dia habiskan siang itu untuk bergulat dengan seorang pria.

Semestinya Nabi bisa pergi kepada Rukana dan hanya memberi ceramah dia dan berjalan pergi, atau menyerahkan pamflet dan hanya pergi; tetapi Nabi meluangkan waktu untuk memahami orang-orang dan dia akan mengakomodasi orang-orang karena dia peduli pada orang-orang dan dia mencintai orang-orang.

Dan karena dia mau berinvestasi pada orang, itu sebabnya oang mencintainya, itu sebabnya orang mendengarkannya, itu sebabnya orang memeluknya dan karena itu orang bisa memeluk Islam dan mengenal Allah.

Jadi, mari kita luangkan sedikit waktu untuk belajar tentang Nabi Muhammad saw; pria luar biasa ini yang sangat peduli pada orang-orang dan sangat mencintai kita dan semua umat manusia.

Dan, lain kali Anda diberi kesempatan untuk berbicara dengan seseorang tentang Islam, luangkan waktu sebentar untuk memahami siapa orang itu dan mari kita lakukan dengan syarat mereka, bukan syarat Anda.

Meski jika itu melibatkan sedikit gulat, biarlah!

 

Oleh:
Sumber: aboutislam.net