Belajar Toleransi Dari Rasulullah dan Umar bin Khattab

618
ILUSTRASI

Nabi Muhammad saw adalah pemimpin Islam pertama dan sumber inspirasi untuk setiap Muslim. 

Nabi Muhammad memberi kita contoh sempurna tentang bagaimana hidup harmonis dalam masyarakat dengan kepercayaan dan ras yang berbeda.

Dalam Konstitusi Madinahnya, juga dikenal sebagai ‘Piagam Madinah’, yang mencakup 63 artikel tentang kebebasan beragama dan hak-hak minoritas non-Muslim, ia memberikan hak yang sama kepada semua warga negara negara Islam.

Alih-alih melarang orang Kristen dan Yahudi yang hidup di tanah yang sama dengan Muslim, ia selalu menganggap mereka sebagai bagian dari masyarakat.

Bahkan dalam Khotbah Terakhirnya, Nabi menekankan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia: “Semua manusia berasal dari Adam dan Hawa, orang Arab tidak memiliki keunggulan dibandingkan orang non-Arab, juga orang non-Arab lebih unggul daripada orang Arab”

Mengikuti model Nabi Muhammad , khalifah Umar bin Khatab melakukan hal yang sama.

Hak yang sama bagi Muslim, Kristen, dan Yahudi tentu saja penting. 

Bahkan ada sesuatu yang disebut “Pakta Umar”. Ini adalah perjanjian antara Muslim dan Kristen, memberikan hak dan keamanan mereka.

“Perlakukan semua orang sederajat (…) Saya menyarankan Anda untuk tidak membiarkan diri Anda atau orang lain melakukan kesalahan terhadap orang-orang Yahudi dan Kristen,” titah Umar pada masa itu.

Orang-orang Kristen dan Yahudi makmur di bawah negara-negara Islam selama ratusan tahun dan bahkan memberikan perlindungan kepada mereka yang melarikan diri dari penganiayaan.

Damai adalah kata kuncinya. Tidak ada kedamaian tanpa cinta, dan tidak ada cinta tanpa pertimbangan. Ini adalah contoh sejarah yang harus diulang.

Cinta dan persatuan menyirami komunitas kita, tanpa ini … Bagaimana kita akan bertahan?

 

Dikutip dari banyak sumber
Rajo Sinawa