Pulau Sentosa di Singapura Punya Sejarah Kelam

3517
Pulau Sentosa Singapura - Foto: wordtravel

Tidak lengkap perjalanan ke Singapura tanpa kunjungan ke Pulau Sentosa, atau saat ini bisa disebut resor pulau paling populer di Singapura. 

Terletak di tanah seluas 500 hektar dan terletak hanya 15 menit dari pusat kota, taman bermain paling populer di Singapura adalah pulau resor yang sangat indah dengan pantai-pantai indah, atraksi kelas dunia, olahraga laut, golf, dan retret.

Sebelumnya dinamai Pulau Blakang Mati, Sentosa adalah salah satu pulau di Singapura yang dulunya punya masa kelam.

Seperti Indonesia, Singapura juga merupakan negara kepulauan. Dan seperti Indonesia juga, negara ini memiliki sejarah penjajahan yang kelam. 

Pada masa Perang Dunia II, tanah Singapura pernah diduduki oleh Jepang. Pada masa inilah, Pulau Sentosa pernah menjadi barak penampungan Jepang untuk tahanan perang dari Inggris dan Australia.

Lokasi itu juga menjadi tempat pembantaian banyak warga Cina Singapura yang diduga melawan Jepang.

Namun kemudian Singapura direbut kembali oleh Britania pada 12 September 1945, dan pada tahun 1965 Singapura merdeka. Pulau Sentosa sendiri dapat direbut kembali oleh pemerintah pada tahun 1966.

Pada 1968, pemerintah memutuskan untuk mengembangkan Pulau Sentosa menjadi pulau wisata untuk turis domestik dan internasional. Pada saat itu pulau ini masih dijuluki Pulau Blakang Mati.

Barulah pada tahun 1972, pemerintah mengajak masyarakat untuk menyarankan nama baru untuk pulau tersebut, dan akhirnya ‘Sentosa’ (yang artinya aman, tenteram dan sejahtera’) dipilih untuk jadi nama pulau wisata tersebut.

Ibarat sebuah nama yang menjadi doa, setelah diberi nama ‘Sentosa’, dan tentunya berbagai usaha pemerintah, pulau ini pun menjadi salah satu destinasi utama di Negeri Singa saat ini.

Sebagai salah satu destinasi wisata, tentunya pulau reklamasi ini dipenuhi resor, lapangan golf, taman bermain, hingga pantai yang bisa wisatawan nikmati.