Ada KUR Rp10 Triliun untuk Bisnis Wisata

315

MANGGARAI BARAT — Kementerian Pariwisata menyiapkan Rp10 triliun untuk disalurkan ke usaha kecil dan menengah di bidang pariwisata. Beberapa sektor usaha yang berhak antara lain adalah penyedia jasa diving, pedagang oleh-oleh, dan akomodasi wisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di seluruh sektor ekonomi senilai Rp140 triliun sepanjang tahun ini. Lalu untuk di sektor pariwisata ditargetkan Rp10 triliun. 

“Rp10 triliun ini bukan untuk tahun ini tetapi hingga tahun depan. Karena ini saja kan baru mulai,” ujarnya seusai acara penyerahan KUR Pariwisata di Labuan Bajo, Selasa (26/3). 

Pemberian KUR ini diutamakan di 10 wilayah destinasi prioritas. Adapun terdapat 13 bidang yang dibiayai pada sektor ini yakni agen perjalanan, sanggar seni dan budaya, penyelenggaraan Meeting, Incentive, Convention Exhibiton (MICE) khusus UMKM, penyediaan akomodasi wisata, penyediaan makanan minuman di lokasi wisata. 

Lalu bidang jasa informasi, pengelolaan tempat wisata, jasa konsultan wisata, usaha jasa pramuwisata, wisata tirta (snorkeling, arung jeram, dan diving), jasa transportasi wisata, industri kerajinan dan pusat oleh-oleh. 

“Total 13 bidang. Lalu dari 13 ini diperinci ada 62 sub bidang ya, saat ini baru ada masuk 44 bidang dan saya rasa akan cepet 62 bidang. Ini akan ada di lampiran keputusan yang Kemenkomaritim yang cukup ditandatangani Dirjen sehingga bank penyalur enggak perlu tanya lagi mana yang boleh mana yang tidak,” tuturnya.

Dia berharap dengan adanya KUR sektor pariwisata ini dapat menggembangkan sektor pariwisata dan meningkatkan para pelaku usahanya. Pasalnya  90% pelaku usaha pariwisata ini berada di jenjang UMKM. 

“Bunga sebesar 7% ini cukup rendah dan tak memberatkan para pelaku usaha. Bunga kredit rerata 6%. Jadi ini enggak begitu tinggi,” ucap Arief. (Bisnis.com)