Waspada Cacar Monyet di Pelabuhan Internasional Batam, Masih Berlanjut

296

BATAM – Dalam upaya mencegah penyebaran virus Monkeypox atau cacar moyet, pemerintah kota Batam telah menyiapkan thermal scanners atau pemindai panas sejak Sabtu (11/5) lalu di lima pelabuhan internasional, yaitu Batam Centre, Citra Tritunas, Sekupang, Marina dan Nongsa Point Marina, yang secara langsung menghubungkan Batam dengan Singapura.

Menurut Kantor Imigrasi Batam, 3,3 juta orang tiba di lima pelabuhan tahun lalu, termasuk satu juta orang Singapura dan 700.000 orang dari negara lain.

Jika penumpang diketahui memiliki gejala virus, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) akan merujuk mereka ke Rumah Sakit Otorita Batam dan Rumah Sakit Umum Embung Fatimah, yang telah ditetapkan pemerintah sebagai penyedia perawatan utama untuk pasien yang diduga menderita monkeypox.

Kepala Dinas Kesehatan Batam Tjeptjep Yudiana mengatakan pemantauan penumpang dari Singapura akan berlanjut sampai 22 orang yang terisolasi di Singapura dinyatakan bebas monkeypox.

“Masa inkubasi adalah 21 hari, yang akan berakhir pada akhir bulan ini, jadi kami akan menunggu sampai saat itu untuk memutuskan langkah kami selanjutnya,” kata Tjeptjep baru-baru ini.

Dia mengatakan bahwa sejauh ini, KKP belum mendeteksi orang yang terjangkit monkeypox di pelabuhan.

“Agen belum mengeluarkan travel warning setelah laporan itu,” katanya.

Singapura melaporkan minggu lalu bahwa mereka telah mengidentifikasi kasus virus monkeypox yang langka pada seorang pria Nigeria.

Pria itu dirawat di rumah sakit di ruang isolasi untuk mencegah penyebaran virus. Dua puluh dua orang lain yang dicurigai juga diisolasi dan sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda telah tertular infeksi.