Pakar Jantung: Kosumsi Ikan Lele Bisa Menyebabkan Kelumpuhan Hingga Kanker

111723
Pecel Lele (Istimewa)

BENANKMERAH.CO – Ikan lele adalah salah satu ikan paling populer yang dikonsumsi di dunia. Di Indonesia ikan lele umumnya diolah dengan cara digoreng menjadi pecel lele atau dibakar.

Sensasi kenikmatan ketika menyantap berbagai olahan ikan lele memang tiada duanya Bahkan selain itu, ikan lele juga diklaim berbagai pihak memiliki banyak kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Tapi, seorang ahli jantung, Dr. Jane Anisulowo memberikan pernyataan berbeda bahwa pendapat semua orang yang mengatakan ikan lele bagus untuk kesehatan tubuh adalah keliru.

Menurut Anisulowo asam lemak omega 6 dalam ikan lele dapat meningkatkan risiko gumpalan darah, radang sendi, penyakit radang usus dan beberapa kanker?

Konsumsi jenis asam lemak ini dianggap terkait dengan penurunan tekanan darah dan risiko untuk kanker tertentu, kondisi peradangan seperti rheumatoid arthritis, dan bahkan penurunan mental.

Anisulowo, mengatakan bahwa ikan lele di peternakan atau rumah adalah ikan terburuk dalam hal ini, karena mengandung lebih banyak hormon lemak daripada yang dipanen dari air alami.

“Ikan lebih baik daripada daging, tidak diragukan lagi. Ini mudah dicerna dan mengandung protein. Namun, lele bukanlah pilihan yang baik, terutama yang mereka jual hari ini, yang dibudidayakan dengan pakan hormon yang diisi dengan steroid dan bahan kimia penggemukan lainnya. Zat kimia ini bersifat kanker,” jelas Anisulowo dikutip dari The Real Gist.

Selain itu lanjutnya, ikan lele mengandung begitu banyak minyak dan itu bisa kita rasakan. Meski semua jenis Ikan umunya mengandung minyak, tetapi ikan lele memiliki minyak di kulitnya. Itulah yang membuatnya jadi sangat berminyak dan tidak sehat.

Lele juga mengandung banyak lemak tak jenuh poli yang tidak hanya membuat kegemukan tetapi juga mengendap di aliran darah. Hal itu sangat berbahaya karena ketika darah gagal masuk ke organ bisa menyebabkan kelumpuhan.

Jika Anda bisa mendapatkannya dari sungai, yang langka di sebagian besar kota, maka Anda dapat memakannya dua kali sebulan. Tetapi jika satu-satunya yang bisa Anda dapatkan adalah yang dipelihara oleh petani, Anda tidak harus makan sama sekali, atau hanya memakannya ketika sebagian diasap. Dengan cara itu, beberapa lemak akan hilang dalam prosesnya,” katanya.

Oleh karena itu, Anisulowo menyarankan menghindari kosumsi ikan lele dan sebaiknya memilih ikan yang berminyak selain lele.

 

Editor: Nyta Cece
Sumber: The Real Gist