12 Orang Meninggal Akibat Vape di AS

BENANKMERAH.CO, WASHINGTON – Sedikitnya 12 orang meninggal di Amerika Serikat (AS) karena penyakit terkait vape sementara 805 kasus cedera paru-paru.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyatakan belum ada indentifikasi terkait bahan khusus yang menyebabkan penyakit pada Vape.

Namun, sebagian besar pasien melaporkan riwayat menggunakan produk vape yang mengandung THC, zat psikoaktif terkemuka dalam ganja.

Peningkatan mendadak dalam kasus-kasus yang melibatkan penyakit paru-paru kemungkinan terkait dengan kartrid isi ulang yang terkontaminasi di pasar gelap.

CDC mengatakan 12 kematian di 10 negara bagian termasuk California, Florida dan 805 kasus dipastikan berhubungan dengan cedera paru-paru akibat vaping dilaporkan di 46 negara bagian dan di Kepulauan Virgin.

Kematian pertama dilaporkan Agustus lalu.

Selama tiga minggu terakhir, India dan Massachusetts telah melarang penjualan vape, sementara dua negara bagian lainnya, New York dan Michigan kini telah melarang produk-produk vape beraroma.

Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana untuk melarang semua kecuali produk-produk dengan rasa tembakau mulai Oktober ini.

 

Editor: Heni Anggraini