Usai Ditelantarkan Waktu Sakit, Juliadi Diangkat Jadi Karyawan Tetap

Ketua BPD ASPRI Kepri, Sofumboro Laia, SH, saat mendampingi Juliadi yang ditemani istrinya - Sahril/BENANKMERAH.CO
BENANKMERAH.CO, BATAM – Setelah didampingi tim Advokasi Hukumnya, Juliadi, petugas Satpam di PT. Agromas Batam Pratama (ABP), akhirnya menjadi karyawan permanen.
Hal tersebut setelah melalui proses mediasi di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.
Juliadi ditemani istrinya, mengaku merasa senang dan bahagia berkat bantuan hukum dari Tim Advokasi Asosiasi Satuan Pengamanan Republik Indonesia (Aspri) Kepri.
“Sudah 5 tahun kerja jadi Satpam, saya sangat senang sekali hari ini ada hasil penyelesaian hubungan industrial yang baik dengan pihak perusahaan,” ungkap Juliadi, kepada benankmerah.co, Rabu (29/11/2017).
Selain permanen, PT ABP juga bersedia membayar ganti rugi atau kompensasi kepada Juliadi.
“Saya juga ucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan perusahaan yang sudah memperhatikan saya dan jadi sebagai karyawan tetapnya. Kiranya perusahaan ini selalu jaya dan sukses,” katanya.
Juliadi diketahui masuk Rumah Sakit Embung Fatimah karena menderita sakit asam lambung pada bulan September sampai Oktober 2017 lalu.
Namun dia terkendala dengan biaya rumah sakit, karena perusahaan tempat ia bekerja tidak memberikan kartu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Permasalahan Juliadi ini sempat viral dimedia sosial. Yakni sebuah postingan penggalangan dana untuk Juliadi yang sedang kritis dirumah sakit.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Batam Harmidi, Aspri, Team RCWB dan Hery Said mewakili perusahaan, menjenguk Juliadi di RSUD untuk memberikan donasi.

Baca: Perusahaan APB Batam, Abaikan Hak Karyawan

Ketua BPD Aspri Kepri, Sofumboro Laia, menyatakan, pihaknya selalu siap memberikan bantuan hukum melalui Advokasi apabila ada Tenaga Kerja Satpam yang merasa dirugikan oleh Perusahaan.
Seperti dialami Juliadi yang sudah bekerja sejak 2012 sampai sekarang, masih berstatus harian lepas.
Tdak mempunyai surat perjanjian kontrak kerja, gaji dibawah UMK, jam kerja yang berlebihan. Serta tidak memiliki BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan
“Kami Tim Advokasi berkomitmen memperjuangkan hak-hak karyawan yang berprofesi Satpam, sehingga dengan pendampingan dan bantuan hukum dari ASPRI ini dapat memberikan kepastian hukum terhadap tenaga kerja yang terzolimi,” jelasnya.
Dalam proses penyelesaian Hubungan Industrial, Aspri bersifat hanya mendampingi dan mewakili pihak karyawan atau Satpam untuk menuntut haknya kepada perusahaan yang memberi kerja berdasarkan ketentuan UU Tenaga Kerja dan Peraturan Kapolri.
“Kita akan mengawal dan mendampingi, jika terdapat hak pekerja yang tak diberikan perusahaan, sesuai dengan yang telah diatur terkait hak-hak seorang Satuan Pengamanan,” katanya.

Sahril |Editor: Rajo