Tak Sengaja Terjaring, Hiu Paus Dipotong Sebelum Dikuburkan

382
Anakan Hiu Paus yang tak sengaja tertangkap dan masuk jaring milik nelayan - (BPSPL Denpasar wilker NTB)

BENANKMERAH.CO, MATARAM – Seekor anak hiu paus jantan berukuran panjang sekitar 5 meter tanpa sengaja tertangkap nelayan dan masuk kesebuah jaring mini pure seine di perairan Meninting, Lombok Barat pada 25 Februari 2017.

Saat ditarik ke daratan, hiu paus ini diduga sudah lemas, kemudian mati sesaat setelah di pinggir pantai kawasan Kampung Bugis di Kota Mataram.

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar wilayah kerja Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan kronologisnya. Tim BPSPL tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WITA, hiu paus sudah dikelilingi warga di pantai. Beberapa anak yang penasaran menaiki tubuhnya.

‘Kami identifikasi, anak hiu paus ini sudah mati. Dilihat dari insangnya yang merah diperkirakan baru mati”, ujar Nurhamdani, tim Pendayagunaan Pesisir, seperti dilansir mongabay.co.id Rabu (1/3/2017)

menurutnya, di akhir pekan, saat kantor libur sulit mengakses alat berat sementara bangkai harus segera ditangani. Pihaknya juga tak mengambil sampel.

Ini bukan karena penyakit matinya, tidak sempat mendatangkan dokter hewan. Kondisinya bukan karena sakit dilihat dari insang dan mata. Mata segar tak pucat. Kami berembug dan minta masyarakat membantu penanganan”, terangnya.

Keputusan dengan kepala lingkungan dan warga setempat adalah memotong bangkai menjadi beberapa bagian, sekitar 6 bagian dengan alat yang ada yakni parang untuk memudahkan penguburan. Berat mamalia muda ini sekitar 800-1000 kg. Bangkai dikuburkan sekitar 5 meter dari lokasi ditambatkan.

Prosesnya memakan waktu cukup lama, mulai pukul 15.00 sampai 23.00 WITA mulai dari penggalian, pemotongan, dan penguburan. Anak-anak dijauhkan sementara dari perairan agar tak terkontaminasi bakteri sebagai kewaspadaan.

Nelayan yang tak sengaja menjaring hiu paus malang ini adalah Aswandi dan 7 anak buah kapal. Menurut Nurhamdani, nelayan ini sudah tahu tak boleh menangkap mamalia dilindungi, karena itu menelpon pihak Dinas Kelautan dan Perikanan setempat untuk memberitahu.

Nurhamdani mengatakan di sisi lain, kehadiran hiu paus ini diyakini sebagai pembawa berkah.

“Menandai musim ikan, menemukan jenis ini memberi tanda ke depannya akan musim ikan”, kata dia.

(rjs)