Memandang Wanita Yang Diharamkan, Anak Panah Iblis Yang Beracun

3527
Ilustrasi - Foto Ist

BENANKMERAH.CO – Memandang sesuatu yang tidak halal untuk dipandang adalah salah satu anak panah beracun iblis yang mampu merobek-robek hati.

Seringkali hanya dengan satu kali pandang saja, mengakibatkan kehidupan seseorang menjadi hancur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah iblis. Maka barang siapa yang menahan pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah, niscaya Allah akan mewariskan rasa manis dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya.” (HR Al-Hakim).

Dalam kenyataan sejarah terbukti, bahwa hanya gara-gara memandang wanita seseorang jadi jatuh cinta.

Dan akibat dikuasai rasa cinta itulah, dia lantas meninggalkan shalat, bahkan sampai jatuh sakit dan ada yang rela menghabisi nyawanya sendiri.

Bahkan banyak sekali orang yang meninggal dunia akibat kerinduan dan cinta, seperti yang dikatakan oleh Ibnu Qayyim, “Aku berlindung kepada Allah dari rasa cinta dan rindu”,.

Seseorang yang sudah dimabuk cinta dan rindu, maka dia sudah tidak ingat apa-apa lagi, bahkkan menjelang kematiannya saat dituntun membaca dua kalimat syahadat, ia justru berkata yang bukan-bukan, utamanya pada apa yang sedang dirindukannya.

Seperti cerita cinta majnun dan laila yang kesohor itu,  konon si Majnun sebelum meninggal dunia, ia terus-terusan membaca bait-bait sayair cinta untuk Laila,

Ku biarkan diriku tersesat-sesat

Mengikuti bayanganmu yang tak pernah ketemu
Aku ketuk pintu dari rumah ke rumah mencari mu

Namun kau selalu menyalip entah kemana.

Lalu ia menangis, hingga orang-orang yang melihatpun ikut menangis karena kasihan padanya.

Sebelum meninggal  dunia, dia merobek-robbek pakaian-pakaiannya dan memakan bagian tertentu tubuhnya.

Itulah akhir kehidupan buruk, yang disebabkan oleh memandang wanita yang diharamkan.

Hal itu disebabkan dia tidak mau mengingat Allah untuk memperoleh keridhaan-Nya. Akibatnya, Allah menimpakannya sakit rindu sehingga bertingkah seperti orang gila.

Untuk terapi ampuh mengatasi hal seperti itu, kita harus rajin membaca Al Qur’an dan harus  menghindarkan hati dari pikiran-pikiran buruk, rasa was-was dan bimbang.

Semoga Allah Yang Maha Penyayang membimbing kita untuk senantiasa menjaga pandangan agar selamat dalam menapaki sisa-sisa hidup ini. [Syaikh Aidh Bin Abdullah Al-Qarny].

Editor : Siti