Efek Samping Minuman Energi Menurut Peneliti, Faktanya Menakutkan

219

Berbagai merk produk minuman energi tersedia di supermarket hingga warung kecil, seperti Red Bull, Monster, Extrajoss dan sebagainya. Minuman energi penghilang rasa lelah ini masih selalu menjadi sumber kontroversi.

Beberapa orang mengatakan tidak masalah, sementara yang lainnya ingin produk ini dilarang peredarannya.

Meskipun minuman ini sangat populer di kalangan masyarakat terutama remaja, namun banyak kekhawatiran dampak dari mengkonsumsi minuman energi. Terutama karena tingginya kadar kafein, taurin, dan gula yang dikandungnya.

Tetapi dalam kenyataanya seberapa buruk minuman ini untuk Anda dan apa efeknya bagi tubuh Anda? 

Mengutip Dayli Miror, sebuah Infographic mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh dalam 24 jam setelah minum Red Bull dan faktanya cukup menakutkan.

Grapihc yang diterbitkan situs Personalise.co.uk, menjelaskan mengapa tingkat konsentrasi meningkat setelah minum Red Bull, dan mengapa kemerosotan kelelahan di kemudian hari lebih buruk dari sebelumnya.

Rinciannya menjelaskan lonjakan awal energi diikuti oleh peningkatan kadar gula yang tidak baik.

Efek samping dari Red Bull dapat mencakup sakit kepala, mudah marah dan bahkan konstipasi.

Setelah 10 menit

Setelah Anda mengonsumsi minuman energi, dibutuhkan sekitar 10 menit bagi kafein memasuki aliran darah. Denyut jantung dan tekanan darah Anda mulai meningkat.

Setelah 14-45 menit

Saat kadar kafein memuncak dalam aliran darah. Anda akan merasa lebih waspada ketika stimulan mulai mempengaruhi Anda, meningkatkan tidak hanya konsentrasi tetapi juga kewaspadaan.

Setelah 30-50 menit

Semua kafein sepenuhnya diserap, hati Anda juga merespon dengan menyerap lebih banyak gula ke dalam aliran darah.

Setelah satu jam

Kadar gula tubuh mulai meningkat, ini merupakan respon dari efek kafein yang menurun, Anda akan mulai merasa lelah dan tingkat energi akan mulai terasa rendah.

Setelah lima hingga enam jam

Ini adalah waktu setengah dari kandungan kafein, yang berarti dibutuhkan lima hingga enam jam bagi tubuh Anda untuk mengurangi kandungan kafein dalam aliran darah hingga 50%. Wanita yang menggunakan tablet untuk mengontrol kelahiran membutuhkan dua kali lipat panjang tubuh mereka untuk menguranginya.

Setelah 12 jam

Waktu yang dibutuhkan kebanyakan orang untuk sepenuhnya menghilangkan kafein dari aliran darah. Untuk kecepatan menghapus kafein, hal ini tergantung pada banyak faktor dari usia dan aktivitas.

Setelah 24 Jam

Untuk peminum biasa, antara 12 dan 24 jam adalah waktu ketika Anda mulai merasakan gejala penarikan yaitu dorongan untuk mengonsumsi kafein, pengaruh lainnya termasuk sakit kepala, iritabilitas dan sembelit.

Menurut peneliti, pedoman untuk kafein adalah 400mg per hari, berarti mengkonsumsi sekaleng Red Bull setiap hari dan tidak boleh melewati ini.

“Namun gula dan kecanduan yang dapat dihasilkan dari mengkonumsi ini (Red Bull) adalah sesuatu yang harus Anda pertimbangkan,” kata peneliti.

Telah ada penelitian di seluruh dunia tentang efek minuman energi, di Amerika, pasien ke bagian gawat darurat yang kosumsi minuman energi terkait berlipat ganda dari 2007-2014 menurut Laporan Penyalahgunaan Zat dan Kesehatan Mental.

Perusahaan minuman energi sering membandingkan minuman mereka dengan kopi dibanyak kedai kopi yang menawarkan minuman kafein tinggi, seperti minum Starbucks Venti Caffe Americano yang mengandung 300 mg kafein, hampir 4 kali lipat dari kaleng 250ml Redbull.

Jadi jika Anda seorang penggemar kopi maka Anda juga harus waspada terhadap kemungkinan efek samping kafein.

Mengutip Republika.co.id, pada Juli 2013 lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam pernah mengimbau seluruh masyarakat Kepulauan Riau agar tidak mengkonsumsi minuman energi Red Bull buatan Thailand yang tidak terdaftar di BPOM karena berbahaya untuk kesehatan.

“Kandungan kafein yang tertera dalam komposisi Red Bull sangat tinggi yakni 80 mg per kemasan atau setara dengan lebih dari delapan gelas kopi kental,” kata Deputi II Badan Badan POM RI Bidang Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk T Bahdar J Hamid di Batam, Jumat (5/7/2013).

Ia mengatakan jika dikonsumsi masyarakat secara berlebihan, maka akan menimbulkan keracunan kafein yang bersifat akut, hipertensi, jantung disritmic dan kejang-kejang.

Minuman energi merek Red Bull Energy Drink mengandung 80 mg kafein per kemasan. Padahal berdasarkan persyaratan yang ditetapkan BPOM, batas maksimum kandungan kafein adalah 50 mg per kemasan.

 

Heni Anggraini