Dit Polair Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan, 70 Keranjang Burung Ilegal Dari Malaysia

433
Ilustrasi - (Foto Istimewa/net)

BENANKMERAH.CO, BATAM – Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 70 keranjang burung ilegal berbagi jenis dari Malaysia, di Teluk Mata Ikan Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa, Kamis (2/3/2017).

Wakil Sementara Kabid Humas Polda Kepri Akbp Edi Santoso dalam keterangan tertulisnya (Press Release) mangatakan, penangkapan ini dilakukan berkat informasi dari masyarakat.

“Mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada 2 unit mobil yang membawa muatan berupa hewan jenis burung diduga burung tersebut berasal dari Negara Malaysia”, ungkap Edi, Jum’at (3/3/2017)

Setelah mendapatkan Informasi tersebut kata Edi memaparkan kronologinya, anggota Ditpolair Polda Kepri langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian di sekitar Teluk Mata Ikan, sekira pukul 02.00 Wib anggota Dit Pol Air Polda Kepri memergoki dan mengamankan 1 Unit Mobil Merk Toyota Avanza warna Hitam, dan 1 unit Mobil Nissan Evalia warna putih.

Lanjutnya, ketika dilakukan pemeriksaan terhadap muatan yang berada di kedua Unit mobil tersebut, ditemukan muatan hewan jenis burung berbagai jenis tanpa dilengkapi dengan Dokumen yang sah.

“Setelah tiba di Kantor Ditpolair, Sekupang Kota Batam dilakukan penghitungan terhadap jumlah muatan dan di dapati sebanyak 70 keranjang berisikan hewan jenis burung”, paparnya

Saat ini, Ditpolair telah mengamankan barang bukti 2 unit mobil yang mengangkut 70 keranjang yang bermuatan burung tersebut.

Sementara itu, setelah Melakukan Koordinasi dengan petugas Balai Karantina terhadap penanganan Barang Bukti tersebut. Dit Pol air Menitipkan hewan jenis burung berbagai jenis sebanyak 70 keranjang tersebut ke Balai Karantina Pertanian kelas I Kota Batam.

“Untuk 2 orang sopir yang berinisial M bin J dan H, tengah dilakukan pemeriksaan”, ujar Edi

Bagi pelaku penyelundupan ini menurut Edi, akan dijerat dengan Pasal 5 Jo pasal 31 ayat (1) UU RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, ikan dan tumbuhan. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 3 Tahun dan denda paling banyak Rp. 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah).

(rjs)