Bintang Rock Irlandia O’Connor Masuk Islam, “Saya Bangga Telah Menjadi Seorang Muslim”

286

Bintang rock Irlandia Sinead O’Connor mengumumkan dirinya masuk Islam dan mengatakan telah mengubah namanya menjadi Shuhada.

Ibu empat anak, yang berjuang dengan kesehatan mentalnya dan pernah ditahbiskan imam oleh kelompok Katolik pinggiran pada 1990-an, mengumumkan kabar mualaf di laman Twitternya di mana ia berbagi foto dirinya mengenakan jilbab.

“Ini untuk mengumumkan bahwa saya bangga telah menjadi seorang Muslim. Ini adalah keputusan alami dari perjalanan seorang teolog cerdas,” cuit O’Connor pada Jumat (20/10/2018) lalu.

Dia mengeja namanya dengan tanda kutip di bagian akhir, dan menulis nama lengkapnya menjadi Shuhada ‘Davitt.

“Saya akan diberikan nama baru (yang lain). Itu akan menjadi Shuhada,” katanya.

O’Connor juga mengubah foto profil twitternya menjadi logo ‘Nike’ bertuliskan, “Wear a hijab just do it”.

Penyanyi lawas itu menceritakan awal masuk Islam dia diberi jilbab pertamanya oleh temannya Elaine dan mengaku ketika mengenakan jilbab seluruh tubuhnya menggigil.

O’Connor juga memposting video dirinya belajar mengumandangkan Azan

“Inilah upaya saya mengumandangkan Azan. Maafkan semua kesalahan dalam Azan saya … upaya pertama. Ketika saya berlatih 30 kali saya akan membuat dunia berhenti berputar,” katanya. 

Sejak pengumuman Mualaf dirinya, O’Connor mengaku telah dibanjiri ucapan selamat datang dari umat Islam.

‘Terima kasih banyak kepada semua saudara-saudari Muslim yang telah begitu baik hati menyambut saya jadi bagian umat (Islam) hari ini di halaman ini. Anda tidak bisa mulai membayangkan betapa lembutnya kelembutan bagi saya,” cuitnya pada Kamis (19/10,2018).

O’Connor terakhir mengubah namanya pada tahun 2017 menjadi Magda Davitt, mengatakan dalam sebuah wawancara di salah satu TV swasta bahwa dia ingin ‘bebas dari kutukan orang tua’.

Dia ditahbiskan imam oleh Gereja Ortodoks dan Apostolik Irlandia pada tahun 1990-an, mengejutkan anggota Gereja Katolik Roma di mana wanita tidak bisa menjadi imam.

O’Connor memiliki hubungan yang penuh dengan agama. Dalam sebuah wawancara Juli 2007 dengan Christianity Today, dia menyatakan bahwa dia menganggap dirinya seorang Kristen dan bahwa ‘Tuhan mencintai semua orang.’

Dalam sebuah wawancara pada bulan Oktober 2002, ia memuji iman Kristennya  memberinya kekuatan untuk menjalani dan mengatasi dampak pelecehan anak-anaknya.

Pada tahun 2011, ia mengecam Gereja Katolik atas skandal pelecehan seks anak, dalam sebuah artikel untuk Sunday Independent

Dia menyebut Vatikan sebagai ‘sarang iblis’ dan menyerukan pembentukan ‘gereja alternatif’, mengatakan bahwa ‘Kristus sedang dibunuh oleh pendusta’ di Vatikan. 

O’Connor lahir di County Dublin pada tahun 1966 dan mulai terkenal pada akhir 1980-an dengan album debutnya The Lion and the Cobra. Dia sejak itu menghasilkan sepuluh album solo. 

Pada bulan Agustus 2017, lewat sebuah video  ia mengaku sedang berjuang melawan pikiran untuk bunuh diri.

Dalam video yang direkam dari tempat tidur di kamarnya penyanyi dan penulis lagu Irlandia itu mengatakan bahwa dia tengah ‘bertarung dan berjuang melawan penyakit mental.

O’Connor juga bicara tentang bagaimana dia didiagnosis dengan gangguan bipolar lebih dari satu dekade dan telah berjuang dengan depresi dan pasca stres traumatis selama bertahun-tahun.

 

Nyta Cece
Sumber: DayliMiror