Ada Mimpi Pemko Batam dan Harapan Pedagang Kaki Lima di Taman Jodoh

1856
Aktifitas bermain anak-anak di Taman Jodoh pada malam hari - (BENANKMERAH FOTO/ Irawan)

BENANKMERAH.CO.BATAM – Taman Jodoh Boulevard atau lebih dikenal oleh warga Batam dengan Taman Jodoh ini, dulunya sengaja dirancang menjadi taman asri di tengah pusat bisnis kota Batam. Dilengkapi dengan dua kolam di dua sisinya dan dihiasi dengan air mancurnya.

Sementara di tengah taman berjejer rapi kursi-kursi beton serta lampu-lampu hias untuk mempercantik taman. Harapannya, taman ini bisa menjadi tempat warga untuk melepas penat bersama keluarga di malam hari.

Sejatinya ingin menjadikan ikon kota dengan sebutan Jodoh Boulevard, mimpi pemerintah kota Batam pada tahun 2007 lalu.

Awal perencanaannya ingin seperti Bugis Street Singapura. Namun melihat kondisinya pada saat sekarang, tidak terawat dan kotor. kawasan taman yang telah menghabiskan dana hingga miliaran rupiah ini, disangsikan dapat menjadi pilihan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ditambah dengan berjejernya pedagang kali lima yang tidak tertata rapi.

Pantauan benankmerah.co, terlihat juga ditengah taman, pedagang kaki lima membangun gerobak sebagai etalase dagangannya malah difungsikan juga sebagai tempat tinggal (rumah).

Salah satunya Nur, pedagang kaki lima warung makanan ditengah taman yang sekaligus difungsikan sebagai rumah di Taman Jodoh Boulevard.

“Kalau ini (tempat tinggal) baru tiga tahun, sebelumnya hanya gerobak biasa saja main buka tutup gitu”, ujar Nur yang sudah jualan di taman ini selama 7 tahun.

Rencananya Pemko Batam papar Nur, taman ini mau di alih fungsikan menjadi jalan 2 jalur. Sebelumya ada pertemuan dengan para pedagang dan Camat Batuampar beberapa waktu lalu. Hasilnya, pedagang bersedia untuk menertibkan kios mereka masing- masing, namun menunggu waktu yang tepat yakni seusai bulan puasa dan lebaran.

“Rencana Pemerintah memulai pembongkaran tanggal 10 Juli 2017 habis lebaran sedangkan relokasi untuk pedagang sendiri tidak ada diperhatikan pemerintah, Cobalah bang makin banyak nanti pengangguran di Batam ini sebab dan akibat nya harus diperhatikan juga”, kata Nur.

“Sedangkan Pak Rudi sebelum menjadi Wali Kota saat ini, dulu pernah berjanji bahwa tidak ada penggusuran para pedagang sebelum ada tempat pemindahan yang pasti yaitu di pasar induk, janji itu 2 tahun yang lalu”, kenang Nur dengan wajah murung.

Sementara, ditaman ini juga menjadi tempat berkumpul anak-anak jalanan. Bahkan disudut dekat Hotel Allium terlihat aktivitas perjudian dadu.

Lokasi judi dadu tersebut tampak dikerubuti para pemain. Informasi yang diperoleh, lokasi judi dadu ini buka setiap malam mulai pukul 19.30 WIB.

Apakah ini sesuai dengan perencanaan Taman Jodoh Boulevard. Dimana aparat penegak hukum terkait maraknya aktifitas perjudian dadu ditaman, dimana disinilah ada mimpi dan janji pemerintah Batam yang belum terwujudkan.

 

Reporter : Irawan