Rupiah Terus Melemah Capai 14.800 Per USD

401

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Rupiah semakin melemah. Berdasar kurs tengah Bank Indonesia (BI), kamis (31/8), rupiah berada di level Rp 14.800 per USD, merosot dari sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.734 per dolar AS.

Berbagai pihak menyesalkan penurunan kurs terhadap rupiah ini. Salah satunya oleh Pakar ekonomi sekaligus mantan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Rizal Ramli.

Rizal Ramli mengatakan pelemahan rupiah sekarang berbeda dengan kondisi ketika krisis moneter terjadi pada tahun 1998.

Kala krisis moneter pada era reformasi terjadi, Indonesia katanya memiliki cadangan sumber daya alam melimpah. Sehingga utang yang menggunung dapat diselesaikan dengan ekspor sejumlah komoditas, seperti kelapa sawit, karet, coklat hingga kopra.

Kondisi tersebut berbeda dengan hari ini, Indonesia katanya tidak memiliki tabungan untuk menghindar dari tekanan dolar.

Bukan hanya tidak memiliki komoditas ekspor, minyak yang menjadi penolong ketika krisis moneter 1998 terjadi justru kini diimpor saat ini.

“Ketika krisis 1998, RI miliki tabungan: net eksportir oil 1,3 juta brl/hari, kapasitas berlebih sawit, karet, coklat, kopra. Ketika rupiah anjlok Rp15.000/$,eksportir happy. Hari ini kita tidak punya tabungan: Net impotir oil 1,1 juta brl/hr & no excess capacity. Perlu inovatif,” ujar Rizal Ramli dikutip dari laman twitternya, Jumat (31/8).