Rizal Ramli Sebut Indonesia Bisa Tekan Freeport Bukan Malah Bayar Rp56 triliun

1083
Rizal Ramli, (Foto: TEMPO/Aditia Noviansyah)

BENANKMERAH.CO – Ekonom Senior Rizal Ramli mengkritisi soal langkah pemerintah menguasai saham mayoritas PT Freeport Indonesia. 

Pemerintah pekan lalu lewat PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) resmi menggenggam 51,23 persen saham perusahaan tambang yang beroperasi di Papua itu.

Penguasaan tersebut dilakukan dengan membayarkan US$3,85 miliar atau sekitar Rp56 triliun (kurs Rp14.500 per Dolar AS).

Rizal Ramli mengatakan Indonesia seharusnya bisa menekan Feeport bukan malah membayar US$3,85 miliar.

Ia mencontohkan kasus CEO Freeport James Moffett di tahun 2001 tepatnya di era presiden Gusdur. Dimana saat itu Rizal menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Rizal berhasil menekan Moffett mengakui kesalahan Freeport karena menyogok seorang menteri, berinisial GK, dalam perpanjangan kontrak tahun 1991.

Moffet pun bersediavmembayar ganti rugi sebesar US$5M pada pemerintah Indonesia, dan bersedia memperhatikan keselamatan lingkungan alam Papua.

“Itu contoh Indonesia bisa tekan Freeport, bukan malah bayar $3,8M,” tulis Rizal Lewat akun Twitternya, Selasa (2612).