Kemendag Buka Keran Impor 100 Ribu Ton Jagung

BENANKMERAH.CO –  Kementerian Perdagangan  telah mengumumkan Surat Rahasia  Impor (SPI) jagung sebanyak 100 ribu ton pada 16 November 2018. 

Pengajuan Izin Impor dilakukan through Sistem Perizinan terpadu melalui berani ( online Tunggal Submission / OSS) Dan terintegrasi Langsung dengan Sistem Perizinan eksport -impor Kemendag, yakni Inatrade. 

Direktur Jenderal Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan penting bisa langsung menjalankan lamanya ini sebagai hasil Rapat terbatas di tingkat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Rencananya, jagung diharapkan mendarat di Indonesia 30 hari hingga 40 hari mendatang.

“Karena ini sudah kepentingan rakortas, maka tidak bisa lagi-lagi (ekspornya),” jelas Oke di Kemenko Perekonomian, Senin (19/11).

Volume jagung yang didatangkan ini adalah 100 ribu ton dan memiliki tenggat waktu sampai enam bulan mendatang. 

Ini agar sesuai dengan beleid yang berlaku, yaitu pasal 6 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2018 yang sangat penting untuk jangka waktu enam bulan. 

“Dari mana jagungnya, itu dari Brasil dan Argentina,” jelas dia. 

Sebelumnya, pemerintah merestui izin impor jagung sebanyak 100 ribu ton yang diklaim untuk menjaga keseimbangan harga.

Impor jagung yang beres untuk peternak mandiri dan akan dijual sesuai dengan harga yang disebutkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. 

Di dalam beleid tersebut, harga jual ke konsumen adalah sebesar Rp4.000 per kilogram (Kg). 

Impor benih ini dilakukan di tengah-tengah produksi yang diperkirakan surplus. Berdasarkan data yang dikantongi Kementerian Pertanian, produksi ramalan jagung hingga akhir tahun ini mencapai 30,4 juta ton. 

Proyeksi itu terdiri dari produksi jagung di Pulau Jawa sebanyak 11,6 juta ton dan di Luar Jawa sebanyak 18,4 juta ton. 

Sementara, konsumsinya secara nasional hanya mencapai 18 juta ton. Artinya, ada kelebihan produksi sebanyak 12,4 juta ton. [CNNIndonesia]