Aturan Melampirkan NPWP dan Nota Pembelian, Reseller: Buat Kami Susah Cari makan di Batam

Ilustrasi - Foto Ist

BENANKMERAH.CO, BATAM – Para pedagang online shop mengeluhkan aturan baru dari Bea Cukai Batam, menurut mereka aturan itu dinilai sepihak. Karena pengiriman barang keluar Batam yang harus melampirlan NPWP dan nota pembelian, tidak pernah di sosialisasikan terhadap si “pengirim” yang notabene adalah Reseller online shop.

“Kami sangat menyayangkan aturan yang dibuat Bea Cukai. Aturan itu dinilai sepihak. Kami pedagang online shop tak pernah diajak sosialisasi. Seharusnya aturan itu di sosialisasikan terlebih dahulu kepada kami juga ekpedisi, dan pedagang online shop berskala besar di Batam,” kata salah satu reseller, di DC Mall Batam, Senin (5/8/2017).

Menurut Reseller yang enggan menyebutkan namanya itu, seharusnya BC Batam bersikap bijak dalam mengambil keputusan dan memikirkan nasib pedagang kecil yang ingin menambah penghasilan.

“Ada berapa banyak toko, pedagang reseller skala besar di Batam? Bea Cukai juga harus melihat hal itu, bukan menyasar kepada pedagang kecil atau yang ingin mencari tambahan rejeki,” katanya.

Dia menambahkan, seharusnya Bea Cukai menerapkan aturan itu kepada pemain besar di Batam ini, “Bukan main pukul rata, sehingga berdampak pada pedangan reseller skala kecil atau perorangan yang hanya ingin menambah penghasilan, ditengah sulitnya perekonomiam di Batam,” ujarnya.

Aturan itu menurut dia tambah dipersulit karena harus melampirkan nota pembelian, “Maka sama aja bohong, penerima pasti akan tahu harga pembelian barang. Itu bukan dagang namanya,” katanya.

Sebagai reseller aksesoris, tas, pakaian dan lain sebagainya, ia berharap BC harus mensosialisasikan aturan itu kepada para pedagang online shop dan ekspedisi. Menurut dia, jika hal ini terus diberlakukan, pedagang terancam akan kehilangan mata pencarian melalui bisnis online.

“Bikin aturan jangan sepihak, ekonomi sudah lesu, kalau begini, malah menambah kami susah mencari makan di Batam,” kata dia.

Seperti diketahui, baru-baru ini, KPU Bea Cukai Tipe B Batam telah mengeluarkan aturan bagi Perusahaan Jasa Titipan (PJT) wajib melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) si pengirim barang untuk pengiriman barang keluar Batam. Aturan itu juga menyebutkan untuk mewajibkan semua PJT yang melakukan kegiatan jasa kepabeanan, sebagai Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK).

Baca Juga: Pengiriman Barang Keluar Batam, Wajib Melampirkan NPWP

Menurut Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) KPU Bea Cukai Tipe B Batam Raden Evy Suhartantyo, peraturan itu untuk mendukung transparansi transaksi perpajakan wajib pajak yang ada di Batam. Dan juga untuk memantau asal barang yang keluar dari Batam serta berkaitan dengan proses pemeriksaan dokumen, perhitungan biaya-biaya pajak resmi, dan proses pengeluaran barang yang dilakukan pada daerah tujuan.

“Sebelumnya kita pernah sosialisasikan ketentuan ini kepada PJT  di Hang Nadim. Namun, untuk pengiriman pribadi dan TKI tidak termasuk dalam ketentuan itu,” katanya.


Erwin Zaman |Editor: Rajo