Para Tukang Gigi Batam Mengeluh Atas Aturan Baru Tentang Larangan Praktik Tukang Gigi

Budi, Ketua Asosiasi Tukang Gigi Batam (Foto: Iwan Fajar/BENANKMERAHCO)

BENANKMERAH.CO, BATAM – Para tukang gigi resah atas dikeluarkannya larangan praktik tukang gigi melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 187/ 2011, tentang pencabutan Permenkes No. 339/1989 tentang kewenangan pekerjaan tukang gigi. 

Keputusan ini diambil, karena Kemenkes menemukan banyak praktik tukang gigi yang melanggar batas kewenangannya.  

Para tukang gigi mengeluh, sebab dengan menutup praktik tukang gigi berarti juga menutup mata pencaharian mereka yang merupakan satu-satunya keahlian yang dimilikinya.

Permenkes No. 339/1989, yang juga menjelaskan mengenai pembaruan izin bagi tukang gigi yang sudah ada, dan dengan Permenkes 1871/2009 yang membatalkan, maka Kemenkes tidak akan mengeluarkan lagi izin baru bagi tukang gigi.

“Sementara, tukang gigi yang masih memiliki izin dilarang untuk melakukan praktik seperti dokter gigi, seperti melakukan penambalan, pemasangan behel, pencabutan gigi dan memberikan obat-obatan seperti disebutkan dalam UU No.29/2004 tentang praktik kedokteran harus diberikan sanksi tegas,” ujar Budi, Ketua Asosiasi Tukang Gigi Batam kepada benankmerah.co, di BatamSabtu (3/11/2018).

Budi juga menyayangkan masih banyak tukang gigi yang izinnya masih dipersulit dari puskesmas di kota Batam.

“Saya aja izinnya belum keluar mas, padahal saya hanya mengurus izin perpanjangan,” ungkap Budi.

Budi pun mengakui bahwa ada oknum yang melanggar aturan, menurut dia oknum tersebut memang harus diberikan sanksi.

Meski begitu, kata pria yang juga lulusan Tekniker Gigi Jakarta ini, seharusnya tukang gigi yang taat peraturan harus dilindungi pemerintah.

“Kami akui memang ada oknum-oknum yang dianggap menyalahi aturan. Itu pun terjadi lantaran  mereka tidak tahu kalau tindakannya itu melanggar aturan”

“Ini terjadi akibat dari sangat lemahnya sosialisasi pemerintah tentang Permenkes No. 339/1989, yang mengatur kewenangan tukang gigi, dan tidak adanya pembinaan dari pemerintah,” kata Budi.

Menurut Budi, tidak semua tukang gigi menyalahi aturan. Banyak diantara mereka yang benar-benar menjalankan pekerjaan sesuai kapasitasnya yaitu, hanya membuat dan memasang gigi palsu.

“Itu pun gigi palsu yang kami buat adalah gigi palsu lepasan,” Budi memungkasi.

benankmera.co tengah berupaya menghubungi Dinkes Batam untuk berkomentar.

 

Iwan Fajar
Editor: Rajo