Bau Kotoran Ayam Milik Oknum DPRD Batam, Ganggu Proses Belajar Sekolah

Kandang ayam milik oknum DPRD Batam ganggu proses beelajar sekolah di Batu Besar Nongsa - BENANKMERAH/erwz

BENANKMERAH.CO, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam diminta segera membongkar kandang ternak Ayam potong, yang terletak ditengah pemukiman warga kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, tepatnya didepan Markas Polda Kepri.

Jika dilihat dari bangunan kandang ayam diduga tak mengantongi izin, bahkan menyangkut perda lingkungan hidup dan ketertiban umum serta ancaman gangguan kesehatan bagi siswa sekolah dan warga setempat.

Bisnis ayam potong milik oknum DPRD Batam berinisial “UT” itu, hampir satu tahun beroperasi. UT seakan meremehkan keluhan sekolah, karena sama sekali tidak mempertimbangkan dampak yang terjadi terhadap lingkungan di sebelah sekolah dan disekitar pemukiman warga.

Baca Juga: Bau Kotoran Ternak Ayam Milik ‘Oknum’ DPRD Batam Resahkan Warga Batu Besar

Seperti penuturan ‘inisial S’, salah satu guru Sekolah Tabhita, Ia mengatakan, bahwa lokasi kandang ternak ayam itu bersebelahan dengan TK dan SD Tabhita, hanya berbatas tembok dari batako setinggi lebih kurang 1.5 meter.

Dia mengaku, sekolah Tabhita pernah meminta nomor UT lewat anak buahnya, kemudian sekolah mencoba untuk mengutarakan bagaimana solusi dari bau kotoran ayam di lingkungan sekolah.

“Kami sebelumnya pernah menghubungi pemilik Ternak Ayam, namun hal itu tak mendapat respon apapun, malah ia menjawab, salah sambung,” ujar S menceritakan kepada benankmerah.co, Senin (19/6/2017).

Didampingi guru lain, ‘S’ mengungkapkan, bahwa guru-guru disekolah kerap mengeluhkan aroma bau busuk kotoran  ayam. Anak-anak yang belajar kesehariannya merasa terganggu karena tak tahan dengan bau busuk menusuk hidung yang harus mereka hirup.

“Ya, selama jam pelajaran bau kotoran itulah yang harus kami cium, dibilang menyengat ya namanya saja kotoran ayam. Coba mas tanya sama siswa kami gimana mereka mengeluhkan saat belajar, bahkan mas, siswa kami ada yang pakai masker saat belajar,” ungkap S.

Sekolah Tabhita berharap pemko Batam segera menertibkan usaha yang mengganggu ketenangan warga, terlebih mengancam kesehatan dilingkungan. “Kita ingin sekali lah dapat perhatian dari pemko. Ya minta tolong juga lah, bikin usaha itu jangan bersebelahan dengan sekolah, kasian anak-anak tiap hari mencium bau kotoran ayam,” katanya.

Pihak sekolah juga berharap oknum DPRD Pemilik kandang ternak ayam kampung itu memperdulikan lingkungan disekitar.


Reporter: Erwin Zaman |Editor: Nyta