Kejanggalan Intimidasi di CFD, Pelaku dan Korban Memakai Gelang Yang Sama

4287
Fot Istimewa

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Insiden dugaan intimidasi di Car Free Day (CFD) oleh massa kaus #2019GantiPresiden terhadap pria dan perempuan berkaus #DiaSibukKerja masih menjadi polemik.

Aktivis Muhammadiyah, dan juga penggiat media sosial Mustafa Nahrawardaya menemukan kejanggalan dalam peristiwa yang berujung intimidasi itu.

Dari gambar video di media sosial tersebut, dia menemukan ada fakta yang membuatnya beragumen bahwa peristiwa intimidasi itu janggal.

“Menemukan fakta unik, saya teliti detik demi detik, menit demi menit, video itu saya dapatkan dari Youtube,” ujar Mustafa dalam acara Dua Sisi, di tvOne, Kamis, (3/5/2018).

Mustafa menjelaskan, dari ‘penelitiannya’ terkait video intimidasi dalam CFD tersebut kejanggalan ada kode gelang yang dipakai baik oleh sejumlah pria termasuk korban dengan kaus #DiaSibukKerja.

“Di sini ada foto, beberapa orang misterius sekali. Ini dari video yang beredar antara yang memberi uang ini sangat provokatif, mengibas-ibas pakai baju putih yang diberi uang, tapi keduanya pakai gelang yang sama, warna cokelat” kata Mustafa.

Tak hanya gambar tersebut. Menurutnya, ada lagi ketika ia bersama istrinya menemui sejumlah pria dengan memakai gelang hitam. Kata dia, salah seorang pria tersebut bahkan merebut spanduk dan kaus dari istrinya.

“Saya bicara pakai topi yang sama gelang hitam. Jadi saya kejar yang merebut spanduk, kaus. Kedua-duanya pakai gelang yang sama persis. Saya enggak tahu mereka siapa, tapi ketika saya tanya, mereka ngaku polisi,” ujarnya.

Sementara, Mustafa juga menyebut korban intimidasi bernama Susi Ferawati juga memakai gelang yang sama. Susi juga melaporkan Mustafa ke polisi.

“Dan yang bikin saya kaget, Mbak Susi memakai gelang yang sama, gelangnya sama persis. Jangan-jangan operasi intelijen luar biasa, ini temuan saya di video,” katanya.

Dari gambar video tersebut, Mustafa menduga ada skenario yang diatur. Ia curiga antara pelaku, korban adalah dari pihak yang sama.

“Dalam intelijen, bisa jadi antara pelaku dan korban adalah pihak yang sama. Provokator, pelaku, dan korban adalah pihak yang sama. Saya tidak menuduh ya, ini penemuan saya di video,” katanya.

 

Editor: Heni Anggraini

Komentar Anda