Dituduh Mesum, Pasangan di Aceh Disiram Warga Dengan Air Comberan Kotor

262
Foto Facebook

BENANKMERAH.CO, ACEH – Pasangan muda di Aceh yang dituduh melakukan hubungan seks di luar nikah diseret ke jalan oleh massa yang marah, dan menuangkan air comberan ke tubuh mereka sebagai hukuman.

Rekaman video yang beredar dan viral di media sosial menunjukkan pasangan itu berjongkok di samping selokan sementara beberapa massa mengisi air kotor menjijikan ember demi ember dan menuangkan isinya pada mereka.

Insiden itu terjadi Kecamatan Langsa Baroe, Kota Langsa, Provinsi Aceh. Pasangan itu, dilaporkan berusia 30-an berinisial TSF dan DK. 

TSF diketahui merupakan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kota Langsa, dan wanita dalam video karyawannya.

Foto Facebook

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Ibrahim Latif mengatakan kepada wartawan, menurut warga setempat, pelakunya (TSF) sering pergi ke rumah wanita tersebut.

Kemungkinan, setelah sekian lama mengintip pasangan itu, penduduk setempat marah karena mereka dianggap terlibat dalam tindakan amoral.

“Penduduk setempat marah karena ketika pasangan itu diinterogasi mereka tidak bisa menjawab dengan benar. Sudah menjadi norma di desa-desa seperti itu,” papar Ibrahim Latif.

Latif menambahkan bahwa TSF telah mencoba menenangkan massa yang marah dengan menunjukkan sebuah sertifikat bahwa dia dan DK telah melakukan ‘nikah siri’.

Namun massa mempertanyakan validitasnya dan menyerahkan pasangan tersebut ke pihak berwenang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Foto Facebook

Mengutip media setempat, pemeriksaan keabsahan surat pernikahan siri antara TSF dan DK berlangsung di kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

Ibrahim Latif mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersebut keduanya dinyatakan sah menikah sesuai agama. TSF dan DK telah menikah pada Februari 2018 lalu di Binjai, Sumatera Utara.

Saat pernikahan tersebut, lanjut Ibrahim Latif, mempelai perempuan dihadiri oleh abang kandung Wahyu Effendi yang bertindak sebagai wali.

“Mereka sudah sah menikah, saya juga sudah telpon ke pihak penghulu yang menikahkan mereka di sana (Binjai) dan mereka memberikan informasi yang sama,” kata Ibrahim Latif seperti dilansir kanalaceh.com.

Terkait dengan tindakan persekusi yang dilakukan warga memandikan mereka dengan air comberan lantaran diduga melakukan mesum. Keduanya mengaku telah memaafkan atas insiden tersebut.

Bahkan antara korban dan warga sudah menanda tangani surat perdamaian.

 

Reporter: Heni Anggraini

Komentar Anda