Peras Kades Rp.160 Juta, 2 Oknum Wartawan Ini Ditangkap

199
Foto: beritajatim

BENANKMERAH.CO, BOJONEGORO – Satreskrim Polres Bojonegoro meringkus dua orang oknum wartawan yang diduga melakukan aksi pemerasan dan penipuan kepada Kepala Desa Pejok, Kabupaten Bojonegoro. Kedua oknum wartawan tersebut kini diamankan di Mapolres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, Selasa (21/3/2017).

Kedua tersangka oknum wartawan tersebut diketahui bernama Rudi Siswanto (43) warga asal Jalan Kapas Madya 4F No 67 Kelurahan Kapas Madya Baru RT 06/ RW01 Kecamatan Tambaksari, Kota Madya Surabaya, dan Budi Prasetyo (40) warga asal Desa Kedungrukem RT 05/ RW 02 Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, kasus pemerasan dan penipuan tersebut dilakukan tersangka pada Minggu (12/3/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Kedua tersangka melakukan dugaan tindak pidana kepada Kepala Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Sri Hartini.

Kapolres mengatakan, dalam melakukan aksinya, kedua pelaku mengau sebagai wartawan dari media cetak Laras Post. Dengan membawa dua edisi koran Laras Post, kedua pelaku kepada korban mengaku mendapat utusan dari Kejati Jatim untuk melakukan investigasi di Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru tentang adanya ketidaksamaan dana hibah pada tahun 2016.

“Pelaku manakuti nakuti korban bila permasalahan yang ada diangkat keranah hukum baik di Kepolisian dan di Kejaksan maka biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak. Dan karena korban ketakuan akan pernyataan tersebut, selanjutnya korban lngin berdamai dengan kedua pelaku,” ujarnya.

Dengan adanya korban yang mengajak berdamai itu, kata Kapolres, selanjutnya timbul niatan dari pelaku untuk meminta uang kepada korban senilai Rp160 juta. Namun, korban tidak menyanggupi untuk permintaan uang senilai tersebut dan hanya disetujui senilai Rp100 juta, dengan pembayaran dilakukan secara bertahap. Uang tersebut oleh pelaku katanya untuk mengakat Profile Desa Pejok.

Uang tersebut oleh korban dilakukan sebanyak tiga kali, pembayaran pertama sebesar Rp10 juta. Sedangkan sisa pembayaran akan diberikan pada tanggal 20 Maret 2017 sebesar Rp 45.000.000,dan sisanya lagi akan diberikan tanggal 30 Maret 2017 sebesar Rp 45.000000,

“Karena merasa korban telah diperas dan diancam selanjutnya korban melakukan pengaduan atau melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres. Pembayaran kedua petugas kemudian melakukan penangkapan kepada pelaku,” pungkasnya.

Sementara tersangka Rudi mengaku baru sekali melakukan aksi pemerasan tersebut. Selain sebagai seorang watawan dia juga mengaku sebagai sales sepeda motor. Dia mengaku mendapat informasi adanya penyelewengan dana hibah tahun 2016 tersebut dari Kejati Jatim. “Baru sekali ini melakukan,” jelasnya.

Sekadar diketahui, beberapa barang bukti yang diamankan dari kasus tersebut sepeda motor Honda Beat nomor polisi W-4045-TH beserta bukti pajak, satu lembar surat tugas nomor : 0187/RED/Berita TKP/III/2017 tanggal 07 Maret 2017 yang dikeluarkan oleh Media Berita TKP. Dua bandel koran berita mingguan, tiga buah HP, lembar kwitansi, ID Card LarasPost dan ID Card Nusantara Motor atas nama Rudi Siswanto.

Sumber:beritajatim/inilah.com

Komentar Anda