Roy Suryo Tidak Setuju Rumah Dinas Anggota DPR Diganti Uang

216
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Roy Suryo - Foto dok sindonews.com

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Roy Suryo tidak setuju soal permintaan DPR untuk mengganti rumah dinas anggota DPR dengan uang (sewa) kembali. 

Menurutnya, pemerintah sudah secara baik merenovasi Kompleks Rumah Dinas tersebut di Tahun 2009 lalu.

“Justru seharusnya Setjen DPR “menertibkan” penggunaan rumah-rumah dinas tersebut yang tidak sesuai fungsinya, misalnya justru ditempati oleh pihak-pihak tidak berhak,” tegas Roy melalui keterangan tertulisnya yang diterima benankmerah.co, di Jakarta, Kamis  (26/4/2018).

Roy mengakui, bahwa selaku Anggota DPR RI, saat ini dia memang menempati Rumah Dinas yang sudah disediakan oleh Pemerintah tersebut, yakni ada 2 Kompleks, di Kalibata Jakarta Selatan dan di Ulujami, Pos Pengumben Jakarta Barat.

“Saya saat ini menempati yang di Pos Pengumben/Ulujami Blok A-12,” kata Waketum Partai Demokrat itu.

Seperti yang dilaporkan detikcom, sebelumnya Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta pemerintah menghentikan penyediaan rumah dinas untuk anggotanya. Sebab, rumah dinas untuk anggota DPR tak pernah ditempati.

“Soal rumah dinas, kita ada pemikiran di pimpinan (DPR), pemerintah tidak perlu lagi menyediakan rumah dinas,” kata Bamsoet di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/4)

Dia menganggap lebih baik anggota DPR diberi uang ketimbang diberi fasilitas rumah dinas. Kata dia, biaya yang dikeluarkan akan lebih rendah ketimbang penyediaan rumah dinas.

“Hanya disediakan seperti yang di Pemda DKI, yakni uang pengganti rumah dinas. Itu lebih efektif dan lebih murah jatuhnya. Karena percuma juga banyak anggota DPR yang tidak menempati rumah dinas,” katanya.

Sementara, soal besaran uang pengganti rumah dinas, Bamsoet akan menurut kepada pemerintah.

 

Reporter: Alexandra
Editor    : Heni

Komentar Anda