Peluang Perolehan Suara Ma’ruf Amin di Kalangan Santri Milenial?

6860
KH. Ma'ruf Amin (Istimewa)

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin untuk mendampinginya dalam ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Dipilihnya pria berusia 75 tahun itu tentu bukan tanpa alasan guna menjaga soliditas koalisi partai, menutup munculnya poros ketiga, sekaligus sebagai upaya menepis SARA.

Ma’ruf Amin sebagai tokoh religius tentu mampu mempresentasi “umat” sebagai penggambaran “muslim santri”. Ini satu di antara segmen besar yang akan diperebutkan pada Pilpres 2019, selain kalangan muda atau milenial.

Sementara itu, dari data Kementerian Agama RI menyebutkan bahwa ada setidaknya 449,630 siswa Madrasah Aliyah (MA) yang mengikuti Ujian Nasional (UN) pada April 2018 lalu.

Seperti kita ketahui, peserta UN tersebut adalah mereka yang duduk di kelas dua belas. Artinya umur mereka berkisar 17 atau 18 tahun. Dengan kata lain mereka merupakan pemilih pemula dalam Pilpres 2019.

Angka itu tentu belum termasuk santri milenial (santri kelas 12) tahun ini yang juga bisa ikut menyuarakan pilihannya dalam gelaran Pilpres 2019 mendatang.

Namun, benarkah Ma’ruf Amin dipastikan mendapat banyak suara dari para santri milenial yang akan menjadi pemilih pemula tersebut?

Hal ini nyatanya ditepis oleh Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno. Menurut dia, banyak sekolah islam yang afilisianya ke ormas tertentu.

“Politik itu tak bisa sesederhana itu bahwa siswa Madrasah Aliyah kelas 11 atau 12 semuanya akan pilih KH Ma’ruf, misalnya ada SMA Muhammadiyah atau SMA Islam Terpadu (IT) yang dekat dengan PKS,” paparnya saat diwawancarai, di Jakarta, Rabu (15/8).

Kendati demikian, Adi menilai, Ma’ruf Amin dipastikan akan mendapatkan suara terbanyak di lingkungan Madrasah Aliyah berbasis NU.

“Paling mungkin bisa dibaca, siswa aliyah berbasis NU yang paling mungkin memikih KH Ma’ruf Amin,” kata Adi.

Lantaran pemilih Islam terfragmentasi ke berbagai organisasi masyarakat (ormas), Adi pun menilai, tak ada cara pasti untuk Ma’ruf Amin bisa merangkul seluruh santri milenial di Indonesia.

“Karena pemilih Islam kan terfragmentasi ke berbagai ormas seperti NU, Muhammadiyah, dan PKS. Jadi tak bisa dibaca (cara merangkul santri milenial) secara linear,” tutupnya mengakhiri pembicaraan.

 

Reporter: Rizkia Sasi

Komentar Anda