Sebelum Gempa dan Tsunami, Video Ini Ungkap Kota Palu Sarang LGBT

24969

JAKARTA – Sebuah video beredar dimedia sosial menampilkan berita yang mengungkap maraknya praktik LGBT di kota Palu Sulawesi Tengah sebelum wilayah itu diterjang Gempa dan Tsunami.

Video memuat berita PaluTV tertanggal 6 Maret 2018 itu diunggah oleh akun Facebook bernama Nur Fitri Damia, pada Senin (1/10/2018).

PaluTV melaporkan, Mahasiswa Anti LGBT mendapatkan bukti-bukti bahwa perkembangan praktik penyimpangan seksual tersebut semakin meningkat tajam di Kota Palu.

Bahkan mereka secara terang-terangan menampakkan diri sebagai penyuka sesama jenis di media sosial.

Mahasiswa ini menemukan adanya beberapa grup aktif di sosial media Facebook yang menjadi forum para kaum LGBT yang berada di Kota Palu.

Salah satunya adalah grup “Gay Kota Palu” yang telah memiliki 1500 lebih anggota.

Mereka menjadikan grup tersebut sebagai forum khusus untuk saling berkenalan, curhat sesama gay, menawarkan diri mereka untuk dijadikan pacar, bahkan sebagai pasangan untuk saling berhubungan seks.

 

Lima bulan setelah berita ini kota Palu diguncang gempa 7,4 SR kemudian disusul tsunami setinggi 2 meter pada Jumat (28/9) lalu.

Gempa setara 200 kali bom atom Hirosima itu benar-benar meluluhlantakkan banyak Bangunan. Bahkan, ada satu kampung di Palu yang hilang ditelan tanah.

“kasihan satu kampung habis ditimbun sama longsor pas gempa sama tsunami itu datang. Jalan lubang, putus semua, rumah-rumah penduduk sampai tidak kelihatan karena sudah ditutup tanah langsung. Hilang itu kampung,” kata salah satu warga kepada JawaPos.

Kampung itu berada di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan. Rumah penduduk sebagian besar baik permanen maupun semipermanen tertimbun di bawah tanah kering.

Jalan aspal yang membentang menuju pusat kampung itu terbelah. Aksesnya terputus.

Selain itu, fenomena tanah bergerak atau disebut likuifaksi (liquefaction) terjadi di beberapa titik di Sulawesi Tengah pascagempa mengguncang.

Tanah bergerak seperti lumpur hidup, rumah amblas terseret hingga mengeluarkan lumpur hitam. Keluarnya lumpur hitam dari perut bumi dijelaskan akibat berkurangnya kepadatan tanah karena getaran.

“Fenomena likuifaksi di Patobo menenggelamkan ratusan rumah dengan lumpur hitam. Ada 744 unit rumah yang tertimbun lumpur hitam. Evakuasi lebih sulit. Oleh karena itu jumlah korban terus bergerak dinamis,” ujar Humas BNPB Sutopo Purwonugroho,  dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (1/10).

Korban tewas gempa yang teridenfikasi saat ini mencapai 844 orang. Korban tewas terbanyak berada di Palu yakni 821 orang. Sementara di Donggala 11 orang dan Kabupaten Parigi Moutong 12 orang.

Namun jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah karena gempa sempat terjadi di Patobo yang cukup parah.

Komentar Anda