PA 212: Jika Tak Hentikan Kasus Habib Rizieq Maka Jokowi Masih Dibenci Umat

1035
Sekretaris Tim 11 Ulama Alumni 212 Muhammad Al Khaththath - Foto dok CNN Indonesia

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Sekretaris Tim 11 Ulama Alumni 212 Muhammad Al Khaththath mengatakan Presiden Joko Widodo akan merugi apabila tidak menghentikan kriminalisasi ulama, termasuk jika tidak mencabut status tersangka pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan tidak membiarkannya kembali ke Indonesia.

“Selama Habib Rizieq masih di berada di Mekah, dikriminalisasi, maka Presiden masih dibenci oleh umat,” kata Al-Khaththath saat wawancara dengan saluran TV CNNIndonesia, Rabu (25/4/2018).

Sebelumnya, Persaudaraan Alumni 212 mengutus Tim 11 Ulama Alumni 212 untuk bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu (22/4). Dalam pertemuan itu, mereka membahas kasus dugaan kriminalisasi ulama.  

Menurut Al-Khaththath, pertemuan Tim 11 212 dengan Presiden Jokowi pada Minggu lalu itu tidak membicarakan soal timbal balik politik. Dia menyatakan hanya berharap pemerintah menghentikan kriminalisasi terhadap ulama.

Al-Khaththath juga menjamin gerakan 212 tidak bakal meredup setelah bertemu dengan Jokowi. Bahkan menurutnya, Alumni 212 berharap Habib Rizieq bisa kembali ke Indonesia pada Ramadan tahun ini jika dijamin tidak bakal ditangkap oleh polisi.

“Posisi ulama tetap amar maruf nahi munkar. Lihat saja besok. Kalau kami melempem, ya kami masuk angin. Tetapi kami tetap dalam pendirian berjuang memperlihatkan kebenaran. Kalau ada yang salah, kami akan colek. Kalau enggak, kami enggak akan colek,” ujarnya.

Selain Habib Rizieq, pihak kepolisian juga menjerat Al Khaththath atas kasus dugaan makar. Hingga kini Al Khaththath masih menyandang status tersangka makar.

Reporter: benankmerah
Editor    : Heni Anggraini

Komentar Anda