Ombudsman Bahas Temuan Baru Soal Kasus Novel Baswedan

136
Anggota Ombudsman Adrianus Meliala usai menemui Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (15/5) - Foto Rizkia Sasi/BENANKMERAH.CO

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Anggota Ombudsman Adrianus Meliala sambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/5). Tujuannya kedatangannya itu untuk menemui penyidik senior KPK Novel Baswedan dan membahas temuan Kepolisian terkait kasusnya.

“Kami menemui Novel Baswedan ditemani dengan biro hukum dan juga oleh rekan-rekan tim kuasa hukum Novel. Kami mengklarifikasi berbagai hal yang kami sudah dapatkan di kepolisian,” ujar Adrianus, kepada sejumlah wartawan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (15/5).

Adrianus mengatakan bahwa terkait penyiraman air keras yang menimpa Novel tersebut pihaknya yang bekerjasama dengan kepolisian telah mendapatkan informasi baru setelah melakukan investigasi.

“Banyak hal-hal baru yang kita dapatkan dari Novel dan pada saatnya kami akan klarifikasi ke kepolisian mengenai benar atau tidaknya. Ini semua diperlukan dalam rangka kesimpulan akhir dari kegiatan Ombudsman selama ini yaitu melakukan investigasi dengan inisiatif sendiri,” jelasnya.

Investigasi yang dilakukan tersebut lantaran Ombudsman menilai bahwa kepolisian tidak fokus dan serius, bahkan terkesan mengabaikan pengusutan kasus Novel yang telah berlalu satu tahun lebih.

“Sesuai dengan banyak yang bilang bahwa Polri dalam hal ini tidak fokus, tidak serius, melakukan pembiaran dalam rangka pengusutan kasus Novel, maka kami melakukan langkah ini,” katanya.

Setelah menemui Novel, Adrianus menyebut pihaknya akan menyambangi Polda Metro Jaya untuk mengklarifikas dan mengembangkan penemuan-penemuan tersebut ke hal lainnya guna mendapatkan kesimpulan fakta.

Sebelumnya, Ombudsman pernah menyampaikan bahwa ‎Novel Baswedan tidak kooperatif saat akan diperiksa oleh penyidik Kepolisian. Ombudsman berencana memanggil KPK dan Novel terkait lambannya penanganan kasus teror penyiraman air keras ini oleh pihak kepolisian.

Novel Baswedan mengalami penyiraman air keras pada 11 April 2017. Akibat penyerangan itu, kedua mata Novel pun mengalami luka parah sehingga memerlukan perawatan di Singapura.

Kondisi mata kiri Novel mengalami luka yang lebih parah dan pemulihannya yang sangat lambat sehingga perlu dilakukan operasi besar, sedangkan mata kanan progresnya sangat bagus dan saat ini sudah membaik.

Lalu pada Kamis (17/8/2017), terhadap mata kiri Novel dilakukan operasi besar yaitu menggunakan gigi sebagai salah satu obat pengganti kornea mata kiri yang rusak ditambah plastik artifisial, sedangkan di bagian putih mata akan diganti dengan jaringan gusi.

Kemudian pada Rabu (22/2/2018) lalu, dokter yang merawat Novel di Singapura. sudah membolehkan Noveluntuk kembali ke Indonesia.

Berdasarkan pernyataan dokter yang merawat Novel tersebut, pada mata kiri Novel telah mengalami perkembangan yang cukup bagus, pasalnya selaput tipis pada mata kiri Novel sudah tumbuh secara merata ditambah lagi setelah dilakukan operasi tambahan, ketika selaput tipis itu digeser dari pinggir mata ke bagian tengah.

Terakhir, Novel kembali menjalani perawatan tahap kedua pada mata kirinya, Jumat (23/3) lalu. Operasi yang berjalan lancar itu akhirnya menjadi alasan Novel sudah diperbolehkan kembali ke Indonesia pada Kamis (5/4) lalu.

Saat ini, Novel tengah menjalani rawat jalan di rumah sampai dipastikan kondisinya mungkinkan untuk bisa kembali bekerja sebagai penyidik di lembaga antirasuah.

 

Reporter: Rizkia Sasi
Editor    : Heni Anggraini

Komentar Anda