Ma’ruf Cawapres, Pendiri Seword.com Istirahat Dari Relawan Jokowi

504
Pemimpin seword.com Alifurrahman (Foto: Facebook Alifurrahman S Asyari)

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Pendiri sekaligus pemimpin seword.com Alifurrahman menyatakan istirahat dari relawan Jokowi, hal ini merupakan reaksi terpilihnya KH. Ma’ruf Amin sebagai cawapres Joko Widodo untuk pilpres 2019.

Menurutnya, Maruf Amin merupakan sosok yang mengeluarkan fatwa Ahok penista agama, dan yang menjadi saksi memberatkan Ahok di persidangan.

Melansir seword.com, Sabtu (11/8/2018), berikut kutipan pernyataan Alifurrahman: 

Saat drama politik terjadi, Mahfud MD batal ditetapkan sebagai Cawapres dan malah terpilih Maruf Amin, ada beragam emosi yang menyeruak di kepala saya.

Bagaimana tidak, kita yang selama ini mengedepankan, menolak politik SARA, harus menerima seorang Maruf Amin, Ketua MUI yang tahun lalu berkat fatwanya negeri ini diambang kericuhan. Demo fatwa berjilid-jilid mengawal MUI demi memenjarakan Ahok.

Bagi saya pribadi, ini bukan soal Ahoknya, tapi tentang radikalisme dan arogansi bulat. Yang suka-olah punya kekuatan dan bisa melakukan apa saja di negara kita.

Apa yang Anda pilih saya tersinggung tentang Ahok yang disinggung tentang kitab suci yang tidak diaisahkan? Iya tersinggung. Tapi kompilasi dengan diserbu, diserang oleh kelompok khilafah dan radikal, di situ saya memilih untuk berdiri di sampingnya.

Saya bisa tidak setuju beberapa sikap Ahok, tidak sependapat dengan kebijakan dan cara-cara komunikasinya, tetapi jika berhubungan dengan intimidasi dan politisasi agama, saya tahu kita tidak bisa melakukan hal yang terjadi dan menjadi bagian dari api yang mengobarkan permusuhan.

Kita harus berada di pihak Ahok sebagai penyeimbang dan counter.

Lalu semalam, kita harus menerima fakta luar biasa, Maruf Amin sebagai Cawapres Jokowi. Sosok yang mengeluarkan fatwa Ahok penista agama, sosok yang menjadi saksi memberatkan Ahok di persidangan.

Sekali lagi ini bukan soal Ahok, tapi tentang persaingan dan kebhinekaan, tentang Indonesia. 

Di saat inilah saya akan berpikir, mengambil dari perhelatan politik, istirahat dari relawan Jokowi. Sengaja tidak saya gunakan kata “mundur” karena mungkin saya akan kembali, atau karena memang saya ini menjadi relawan atas inisiatif sendiri.

 

Editor: Heni Anggraini

Komentar Anda