Li Keqiang Minta Perusahaan China Utamakan Tenaga Kerja Indonesia

357
Foto setkab

BENANKMERAH.CO, JAKARTA –  Perdana Menteri China Li Keqiang meminta investor asal China yang menanamkan modalnya di Indonesia mengutamakan penggunaan tenaga kerja Indonesia. 

“Kami akan menekankan, perusahaan Cina harus menggunakan sebagian besar tenaga kerja Indonesia, baru mendapatkan keuntungan,” kata Li, seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, seperti dilansir BBC Indonesia, Senin (07/05).

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Indonesia sudah mencapai 24.804 orang atau 28,85 persen dari total TKA sebanyak 85.970 orang per akhir 2017.

Sementara itu, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan realisasi investasi asal China hingga kuartal I kemarin mencapai US$676,2 juta atau berada di posisi keempat terbesar.

Angka ini mengambil porsi 8,3 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$8,13 miliar. 

Li menuturkan, ia juga akan mendorong lebih banyak perusahaan China untuk berinvestasi di Indonesia, terutama dalam koridor investasi yang ditawarkan, yaitu pembangunan pelabuhan dan tempat pengolahan ikan, serta pengembangan ekonomi pesisir.

Di sisi lain, Li juga meminta perizinan investasi asal China di Indonesia bisa dipermudah. Ia berharap, kerja sama antar negara bisa seimbang dengan saling menghormati peraturan masing-masing.

“Hal yang bisa membawa kepentingan bersama adalah (kemudahan) adminitrasi investasi bagi perusahaan China di Indonesia agar bisa berinvestasi. Saya rasa kerja sama antara China dan Indonesia bisa ke tahapan yang lebih besar,” kata dia.

 

Editor: Heni Anggaraini

Komentar Anda