KSPI Klaim Tanpa Pepres TKA Suara Buruh Tidak Akan Lari ke Jokowi

665
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal - Istimewa

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengklaim buruh tidak akan mendukung Presiden Joko Widodo pada Pilpres mendatang, sekalipun tidak ada Peraturan Presiden Tenaga Kerja Asing (Perpres TKA) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing ataupun aturannya nanti dicabut.

Dia menegaskan bahwa soal Perpres TKA dan TKA buruh kasar dari China, tidak berkaitan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Tanpa ada Perpres pun, suara buruh tidak akan lari ke Jokowi,” kata dia, usai menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon di kompleks parlemen, Jakarta, seperti dilansir CNNIndonesia Kamis (26/4/2018).

Menurut Iqbal, isu penolakan terhadap TKA buruh kasar dari China dan usulan pembentukan Pansus Angket TKA sudah diangkat sejak dua tahun lalu. Karena ada ancaman serius tentang sosial ekonomi

“Dimana buruh dan tenaga kerja lokal yang berpendidikan terancam,” katanya.

Menurutnya, Jokowi terlalu mudah menandatangani Perpres tersebut. Padahal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri mengalami kesulitan dalam mengurus administrasi.

“Kok TKA China sekarang begitu mudah dengan bebas visa,” katanya.

Iqbal menilai pembentukan Pansus TKA merupakan jawaban dari perdebatan mengenai data yang berbeda antar instansi pemerintah mengenai keberadaan TKA di Indonesia.

Sebab, lanjut Iqbal, data yang dikeluarkan pemerintah soal TKA di Indonesia yang disebut mencapai 85 ribu orang merupakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan

“Sementara, catatan kelompok buruh, ada setidaknya 157 ribu TKA yang tak punya keterampilan,” kata dia.

Selain itu, pemerintah diminta untuk melakukan moratorium bebas visa agar dapat mendeportasi wisatawan yang menyalahgunakan izin kerja dengan berwisata. Penindakan di bidang hukum dinilai juga perlu ditegaskan.

“Kalau kemudian tidak mau terjadi efek politik karena pilpres dan menurunkan elektabilitas, mungkin ya perbaiki permasalahan TKA nya,” katanya.

Editor: Heni Anggraini

Komentar Anda