Hari Ini Pencarian Terakhir Untuk Korban Gempa Sulteng

710
Ribuan penduduk telah kehilangan tempat tinggal (Gambar: AFP)

PALU – Tim pencari membuat upaya terakhir pada Jumat, (5/10) untuk menemukan korban selamat, satu minggu setelah gempa dahsyat di Sulawesi Tengah. Korban tewas tercatat lebih dari 1500 orang.

Kota Palu dan Donggala luluhlantak dihantam gempa berkekuatan 7,5 SR, menyusul Tsunami yang meratakan rumah, merobohkan pohon dan membalikkan mobil.

Setelah beberapa hari tertunda, bantuan internasional akhirnya mulai tiba di zona bencana, di mana PBB mengatakan hampir 200.000 orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Indonesia pada awalnya enggan untuk menerima bantuan dari luar, bersikeras bahwa militer sendiri dapat menangani tanggapan tersebut, tetapi karena skala kehancuran menjadi jelas, Presiden Joko Widodo setuju untuk mengizinkan bantuan asing.

Pihak berwenang sebelumnya menetapkan batas waktu pencarian korban hingga Jumat untuk menemukan orang yang terperangkap di bawah bangunan yang hancur, meskipun kemungkinan korban selamat dari puing-puing di tahap akhir hampir nol.

Kapendam XIII Merdeka Kolonel Inf Muhammad Thohir mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 1.558, naik sekitar 100 dari angka resmi sebelumnya.

Lebih dari 100 orang masih belum ditemukan, sementara ratusan mayat telah dimakamkan di kuburan massal dalam upaya untuk mencegah wabah penyakit.

Upaya pencarian terfokus pada 8 lokasi penting hari Jumat, termasuk pantai dan daerah Balaroa.

“Saat ini kami harus menggunakan alat berat, karena sangat sulit untuk menyaring puing-puing dengan tangan,” ujar Yusuf Latif, juru bicara tim pencarian dan penyelamatan Indonesia, kepada Agence France-Presse (AFP).

Di hotel Mercure yang rusak parah di tepi perairan Palu, ada rasa frustrasi yang semakin meningkat di antara tim pencari Prancis dan Indonesia.

Sebelumnnya diberitakan,  Tim pencari pada Kamis kemarin telah mendeteksi dan meyakini masih ada orang hidup yang terkubur di bawah gundukan puing-puing selama enam hari. 

Tetapi ketika mereka melanjutkan perburuan Jumat pagi, tanda-tanda kehidupan telah lenyap.

“Kemarin kami mendeteksi detak jantung dan tanda nafas, tidak ada gerakan lain sehingga itu berarti seseorang yang tidak bergerak, terbatas,” kata Philippe Besson, presiden Pemadam Kebakaran Darurat Internasional.

“Hari ini  sinyal itu hilang,” katanya.

 

Komentar Anda